Kamis, 12 Juli 2018 05:43

Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa'a Laoli Hadiri HUT Bhayangkara Ke 72

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

GUNUNGSITOLI, restorasihukum.com - Pemerintah Kota Gunungsitoli menghadiri acara Peringatan Hut Bhayangkara Polri ke -72 Tahun 2018 di Mapolres Nias. Rabu (11/7/2018) pagi

Pada kesempatan ini, Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa'a Laoli, SE.K.,SI, menyampaikan sambutan terlebih dahulu ia mengucapkan rasa syukur atas keberadaan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah mencapai usia 72 Tahun.


Dikatakannya, Kepolisian Republik Indonesia masih berdiri kuat dan tegar dengan tuntutan tugas dalam menjaga dan memelihara Kamtibnas serta penegakan Hukum di Negara Republik Indonesia. ucap Sowa'a Laoli


Lebih lanjut Sowa'a menyampaikan, Secara khusus Polres Nias telah menunjukkan integritas yang sangat tinggi Bersama dengan Forkopimda dan Kepala Daerah sehingga bergandengan tangan mewujudkan keamanan dan ketertiban rasa aman di tengah-tengah masyarakat di Kepulauan Nias Untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan menjaga Kamtibmas

Polres Nias dituntut lebih reaktif dan profesional menghadapi dinamika di Masyarakat Nias. “Polres Nias harus mampu bersinergi dan memahami karakter serta nilai-nilai Budaya Masyarakat Nias yang berbeda dari Daerah lainnya.

       Seperti saat pada program penataan Kota Gunungsitoli diperlukan kerjasama yang lebih insentif antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan Polres Nias secara khusus dan dengan Forkopimda secara Umum.

Begitu juga dengan realita kehidupan masyarakat yaitu permasalahan"TUO NIFARÖ" tuak suling Nias yang sedang Viral Diwacanakan di Media Sosial. Kita semua menyadari bahwa"TUO NIFARÖ" atau tuak suling Nias.

Tuak suling Nias telah menjadi Momok timbulnya permasalahan ketentraman dan ketertiban umum. Namun karena produksinya adalah merupakan pengembangan potensi pohon Aren dan kelapa yang banyak terdapat di Kepulauan Nias dan telah menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Kepulauan Nias. Maka hal itu perlu mencari solusi yang terbaik atas permasalahan tersebut. Ujar Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa'a Laoli, SE.,M.,Si.


Adapun sejarah lahirnya Kepolisian Republik Indonesia adalah ketika Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia sebagai langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang. Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus 1945 dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 29 September 1945 Presiden Soekarno melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara.

Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.

Kemudian mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri pada Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara Polri hingga saat ini. Paparnya.

(al)

Dibaca 22 kali