Puluhan Penyandang Lepra serbu Rumah Anggota DPRD

0
12

Mojokerto restorasihukum.com — Puluhan warga Sumber Glagah yang mayoritas orang penyandang lepra,pagi sebelum jam kantor menyerbu kediaman anggota DPRD kota Mojokerto dari Partai PDI Perjuangan, Yunus Suprayitno.

     Hal ini terjadi di karenakan para penyandang lepra dari Sumber Glagah yang di komandanioleh Abdul Hayyi mendapat mandat dan kuasa dari seorang pengusaha terkenal Santoso Bekti Wibowo  terkait masalah uang Hasan (Panggilan akrapnya Santoso Bekti Wibowo, red)  sebesar Rp.83.000.000,- yang menurut keterangan Hayyi (panggilan akrapnya Abdul Hayyi, red) di pinjam oleh Yunus Suprayitno untuk kepentingan PILPRES dan PILEG  tahun 2014 yang lalu.

     Dengan santainya Yunus Suprayitno menerima kedatangan pasukan Lepra untuk yang kesekian kalinya, sebab menurut keterangan dari Mulyono (salah satu pendemo) pada dasarnya Yunus Suprayitno tidak merasa menerima aliran dana dari Hasan, namun pada saat itu Yunus Suprayitno menerima aliran dana dari Mas’ud Yunus (sekarang menjabat wali kota mojokerto, red).

     Menurut keterangan dari Hayyi pada waktu menjelang PILPRES dan PILEG Hasan yang notabennya pengusaha proyek yang sukses telah mengucurkan bantuan pinjaman ke 5 (lima) calon anggota DPRD termasuk Yunus Suprayitno, namun 4 (empat) dari lima orang calon dimaksud sudah mengembalikan dana talangan ke Hasan, dan hanya Yunus Suprayitno yang belum mengembalikan.

     Menurut Hayyi yang saat itu bertemu dengan Hasan di perempatan stopan Kota Mojokerto mengatakan “cak pean jupuk duitku nang Yunus (Anggota DPRD Kota Mojokerto)  Rp.83.000.000,- tak kasih kuasa dan copy bukti trasferan, wes nek hasil pean gawe bantu bolo-bolo pean (Penyandang lepra, red) ketimbang dipangan Yunus sing wes sugeh dadi anggota DPRD ).

     Saat kru media ini menanyakan kepada ketua pendemo (Hayyi, red) bagaimana langkah selanjutnya apabila dana talangan ini tidak dibayar oleh Yunus Suprayitno, Hayyi menjawab “saya akan tetap akan mencari keadilan mas, sebab uang segitu sangat berarti bagi kami yang tidak bisa bekerja layaknya orang normal, kalau perlu kami akan menemui Wali Kota Mojokerto dan bila perlu kami akan menduduki kantor DPRD Kota Mojokerto sampai masalah ini bisa diselesaikan oleh Yunus S”. (samsul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here