Sarasehan Pancasila Rumah Bersama Di Kampus STIKES Surabaya

0
16

Surabaya, restorasihukum.com –
“Pancasila adalah rumah bersama kita, rumah kita sebagai saudara sebangsa ! Tidak ada toleransi sedikitpun bagi yang mengganggu Pancasila !
“Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber – Bhineka Tunggal Ika ! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama Lian, warga suku lain, dan etnis lain …. ” Ini tema sarasehan di gelar di kampus STIKES Jl. Medoan Semampir Indah No. 17 Surabaya, Sabtu 31 Agustus 2019 dimulai pukul 09.00 Wib.

Sarasehan yang semula berniat digelar di hotel Elmi, karena sesuatu hal terpaksa panitia menggeser penyelenggaraan sarasehan ini di Kampus STIKES Jl. Medoan Semampir Indah 17 Surabaya. Meski terjadi penggeseran tempat penyelenggaraan, tetapi tidak mengurangi semangat patriotik panitia penyelenggara dari perkumpulan Gerakan Benteng Kebangsaan (BBK).

Saresehan ini menghadirkan 1. Jend. TNI (Purn). DR. H. MOELDOKO, SIp (Staf Khusus Presiden).

  1. BOEDI DJAROT (Sekjen Presidium Nasional Gerakan Jaga Indonesia – GJI).
  2. AGUS EDI SANTOSO, SH (Mantan Presidium GMNI – Tokoh PRIDEM – Soekarnois, Aktifis 98).
  3. Prof. DR. AKH.MUZZAKI (Kiai Zaki) (Sekretaris Pengurus Wilayah NU – PWNU).
  4. Moderator Dr. AYU RAI guru besar Universitas Narotama). Menurut ketua panitia yang sekaligus Ketua GBK, sarasehan ini untuk, menjawab yang akhir akhir ini terjadi di sekelompok masyarakat mempertanyakan tentang dasar terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini terjadi santer ketika proses demokrasi tahun ini 2019 pemilihan Kepala Pemerintahan / Kepala Negara atau pemilihan Presiden.

“Sarasehan ini digelar dalam rangka memperingati DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI Ke 74. Pemindahan tempat sarasehan karena ada sesuatu hal yang tidak bisa kami sampaikan. Tetapi tidak mengurangi rasa hormat kami pada masyarakat dan tidak akan mengurasi rasanasionalis kami,” tutur Amirudin, SH selaku ketua sarasehan yang sekaligus sebagai ketua GBK.

Dengan memberikan pemaparan bahwa pemenrintah sudah menggariskan tidak ada lagi toleransi bagi yang menggangu Pancasila.
(udik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here