Satu Balita di Nagan Raya Positif HIV AIDS

0
7

Aceh, restorasihukum.com – Sebanyak Enam warga Nagan Raya ditemukan positif terinfeksi penyakit Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Defiebcy Sidrome (HIV/AIDS).

Ironisnya, salah satu dari enam Orang pengidap penyakit mematikan tersebut adalah Anak di bawah Lima Tahun atau balita.

“Penderita HIV dan AIDS di Nagan Raya termasuk Anak Balita di bawah 5 Tahun yang tertular dari Ibunya. Sedangkan Lima orang lainnya yaitu, 2 perempuan dewasa dan 3 laki-laki dewasa, “kata Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Nagan Raya, Arafik Karim kepada Serambi, Minggu (24/2/2019).

Identitas keenam penderita HIV/AIDS tersebut diketahui setelah melakukan pemeriksaan dan pengobatan di salah satu laboratorium kesehatan di Banda Aceh pada 2017 lalu.

“Saat ini, keenam pasien tersebut masih rutin menjalani pengobatan di Banda Aceh,” ujarnya.

Para pasien tersebut tidak satu pun yang berobat di lembaga kesehatan yang ada di Nagan Raya.
Hal ini diduga karena mereka khawatir diketahui oleh masyarakat lainnya. Sehingga, Dinas Kesehatan Nagan Raya sempat tidak mengetahui asal keenam penderita tersebut.

“Untuk itu, kita berharap kepada semua warga Nagan supaya tetap melakukan pemeriksaan ke Lembaga Kesehatan yang ada di daerah kita, baik di puskesmas atau rumah sakit supaya jika terinfeksi segera dilakukan penanganan, sehingga tidak menular. Jangan khawatir, kita tetap merahasiakan indentas setiap pasien yang terinfeksi penyakit tersebut,” imbau Arafik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Nagan Raya, dr Dedi Apriadi menambahkan, identitas keenam penderita HIV/AIDS itu baru diketahui pihaknya setelah dilakukan pemeriksaan medis di Banda Aceh.

Asalnya, setelah dinyatakan positif terjangkit HIV, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh melakukan konfirmasi kebenaran identitas keenam penderita itu ke Dinkes Nagan Raya.

“Pihak provinsi mengonfirmasi identitas warga asal Nagan Raya tersebut ke pihak kita, dengan tujuan agar dilakukan pemantauan dan pengawasan,” ucapnya.

Dedi memaparkan, warga Nagan Raya yang terkena HIV itu berasal dari Kecamatan Kuala, Tadu Raya, dan Kecamatan Seunagan.

“Kondisi mereka saat ini stabil, karena mereka rutin menjalani perawatan di Banda Aceh,” ungkapnya.

“Kita akan terus melakukan pemantauan perkembangan dan mengawasi pasien tersebut, sedangkan para penderita mengontrol dan berobat sendiri ke Banda Aceh agar tidak parah dan menyebar ke orang lain,” ujarnya.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Nagan Raya, Arafik Karim dan Kabid P2P Dr.Dedi Apriadi menyebutkan, saat ini hanya enam orang tersebut yang terdata mengidap HIV/AIDS di Nagan Raya.
Sedangkan, kasus pada tahun 2019 ini, belum ditemukan.

Meski begitu, mulai tahun ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan besar-besaran terutama para ibu hamil, dengan tujuan agar mengetahui penyebaran HIV/AIDS, sekaligus memetakan potensi warga lain yang bisa terserang penyakit mematikan itu.

Terkait hal tersebut, para bidan Desa dan pihak Puskesmas diwajibkan melakukan pemeriksaan terhadap pasien melalui alat yang segera didistribusikan oleh Dinas Kesehatan ke Desa-Desa dan puskesmas dalam waktu dekat.

“Mulai 2019 ini, kita mulai periksa para ibu hamil melalui bidan Desa dan Puskesmas, untuk memastikan bayi dalam kandungan bebas dari virus HIV, termasuk pasien lainnya dengan alat yang sudah kita miliki saat ini. Sehingga jika ada gejala virus tersebut dapat segera dilakukan penanganan agar tidak tertular kepada keluarga pasien dan orang lain,” ujar Arafik.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here