Setelah Di Aniaya, Seorang Gadis Disetubuhi Di Kebun Tebu

0
9

Malang, restorasihukum.com – Karena menganiaya sekaligus memperkosa seorang gadis, Imam Syafii (20), warga Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang kini meringkuk ditahanan Polres Malang.

     Diketahui Imam hanya lulusan SMP itu sudah pernah pacaran empat kali. Ibunya menjadi TKW dan ia tinggal bersama adiknya.Sedang ayahnya menikah lagi. Selama menjadi tukang tambal ban, ia hanya menyetorkan Rp 50.000/hari ke majikannya.Sisanya dikantongi sendiri. Sehingga ia bisa membeli motor matic Rp 3 juta tanpa kelengkapan surat-surat.

     Terkait hal ini Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat menyatakan, tersangka melanggar pasal 76 huruf (d) dan pasal 82 ayat (1) jo pasal 76 huruf (e) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

     Saat pemeriksaan Imam mengaku bahwa sebenarnya ia bermaksun menjadikan korban PW sebagai isterinya.

     Sementara peristiwa pemerkosaan itu sendiri terjadi pada 9 Mei 2015 lalu. Modusnya, pelaku pura-pura akan membelikan korban ponsel. Tapi malah dibelokkan ke perkebunan tebu yang sepi pada pukul 20.00.

     Di kebun tebu itulah korban diajak bercinta tapi menolak. Lantas PW berteriak. Tapi mulut dibungkam oleh Imam yang sehari-hari tukang tambal ban itu.

     Korban diancam ketika berusaha berteriak. Ancamannya adalah di motornya ada senjata tajam. “Ndek sepedaku ono cutter (di motorku ada cutter),” ancam Imam.

      Karena tenaga Imam yang kuat, Imampun berhasil menguasai PW dengan cara mencekik lehernya dan didorong ke tanah. Saat itulah Imam menyetubuhi PW sebanyak satu kali.   

     Usai kejadian itu, tersangka melihat darah. “Aku sik prawan (saya masih gadis), Mas. Ada darahnya,” kata Imam menirukan kalimat korban.

     Ketika akan mengantar korban, ternyata motornya mogok. Kesempatan itu dibuat korban menelpon kakaknya dan menyampaikan perbuatan tersangka. Sehingga kabar itu cepat tersebar.

     Di ceritakan awal perkenalan Imam dengan PW, asal Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak bermula dari R (25), kakak korban di sebuah warung kopi.

     Karena sudah tukar nomor HP, mereka kemudian jadi kerap ber SMS-an. Merasa sudah dekat dan tau satu sama lain, Imampun mengajak korban jalan-jalan naik motor Mio protolan.

     Dengan dalih mengajak PW jalan-jalan untuk membeli ponsel di Bululawang, pria ini malah membelokkan ke lahan tebu di Desa Kasembon, Bululawang. (af)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here