Sabtu, 04 November 2017 05:13

Tumpangi Berita Media Lain, Berakhir Dengan Suap Menyuap

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Surabaya, restorasihukum.com - Terkait penangkapan 13 WNA oleh Polda Jatim di apartemen Surabaya pada (21/09) lalu, kini berbuntut panjang setelah adanya keterlibatan sejumlah nama-nama oknum wartawan, mendapat gelontoran uang  (SUAP) dari Polda Jatim melalui brigadir R semakin terungkap pelaku dibalik semua ini.

        Lantas, siapa saja dan bagaimana kronologis sehingga para oknum wartawan mendapat gelontoran uang dari pihak Polda Jatim untuk tutup pemberitaan.

        Pada saat oknum wartawan berinisial AG namanya gencar diberitakan di berbagai media, berniat klarifikasi atas pemberitaan dirinya kepada media yang memiliki data pendukung saat penangkapan13 WNA terjadi. Tepatnya  di Taman Bungkul Surabaya, oknum wartawan bernama Agus (AG) yang mengaku sebagai wartawan dari media Wira Fokus, pada Rabu, (01/11). Dirinya membongkar siapa dalang dari polemik  pemberi dan penerimaan uang dari brigadir R.

         "Saya hanya mendapat uang senilai 10 juta rupiah dari rekan wartawan bernama Bayu, secara tunai bukan melalui rekening," aku Agus (AG).

         Menurut Agus, dia diajak rekan seprofesi bernama Samhudi dan Deden menemui seseorang di BonCafe jalan Tegal Sari Surabaya, (24/10). Terkait ada pihak Polda  Jatim dan rekan wartawan ingin menjembatani permasalahan pemberitaan beritarakyat.co.id dan restorasihukum.com yang sudah tayang terkait berita miring polda jatim.

        "Saya juga terkejut, ternyata yang saya temui rekan wartawan bernama Bayu, yang biasa ngepost di Polda Jatim.  Kemudian Bayu menyampaikan terkait permasalahan yang di alami brigadir R, dalam pemberitaan untuk pencopotan berita yang sudah tayang, dan pada saat itu ada juga 8 anggota Polisi dari Polda Jatim," ungkapnya Agus, (01/11).

         Agus juga mengungkapkan, memang dirinya sempat ijin untuk mengutip pemberitaan dari beritarakyat.co.id berjudul 'Berkas Tangkapan 13 WNA Oleh Polda Jatim Jadi Siluman' kepada pemilik karya dan penulisnya. Namun Agus saat dikonfirmasi restorasihukum.com hanya menyampaikan bahwa semua  itu miss komunikasi.

       Sementara itu dari sumber yang dapat di percaya, Agus (AG) dan Dedik (DD) pada tanggal (24/10) lalu, sekitar pukul 15.00 mengadakan pertemuan di Bon Cafe Tegal Sari Surabaya, untuk melakukan perundingan dan bertemu wartawan  Bayu bersama brigadir R terkait pemberitaan yang sudah beredar.

          "Saat tiba dilokasi Bayu bersama brigadir R membawa 8 sampai 10 orang anggota Polisi dari Polda Jatim, dengan maksud untuk menjebak dan menangkap  mereka dalam kasus pemerasan," kata Sumber berita rakyat serta restorasihukum.com (02/11).

          Lanjut sumber ini, ternyata dalam pertemuan itu, Bayu dan Brigadir R sudah membuat skenario, untuk menangkap basah mereka. Namun rekan-rekan wartawan di lokasi tidak mau menerima uang tunai sebesar 10 juta dari brigadir R yang sudah disiapkan. Dari pertemuan itu tidak membuahkan hasil hingga keduanya minta  di transfer ke rekening sebesar 25jt per-orang.

         "Dengar nya si kedua wartawan itu, awalnya minta uang 100 juta, yang mengatur dan pegang kendali Bayu," ujar sumber ini. Namun saat Bayu dikonfirmasi restorasihukum.com enggan memberikan keterangan yang dapat meringankan pemberitaan akan dirinya. (02/11).

         Dari pengakuan Agus dan sumber berita rakyat inilah, dapat disimpulkan bahwa pihak Polda Jatim benar melakukan penangkapan ke 13 WNA dan kuat dugaan ada permainan dalam proses penangkapan tersebut. Mengapa pihak Polda Jatim menggelontorkan sejumlah uang yang cukup besar kepada oknum wartawan melalui brigadir R hanya untuk pencopotan berita.

         Yang menarik dalam pemberitaan ini dan patut untuk ditelusuri lebih lanjut, berasal dari mana uang sebesaritu didapat sekelas oknum anggota berpangkat Brigadir untuk diberikan kepada sejumlah oknum wartawan  (red/ade).

Dibaca 198 kali