Kamis, 07 Desember 2017 09:47

World Skills Competition Syarat Korupsi Dinas Pendidikan Provinsi Jatim

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Surabaya, restorasihukum.com - World Skills Competition (WSC) yang diadakan di Abu Dhabi dengan diikuti 32 peserta seindonesia pada Oktober 2017 lalu menuai berbagai pertanyaan, karena dari jawa timur ada 7 (tujuh) peserta lombah dari Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK) sejatim.

         Hal ini disebabkan adanya 52 delegasi dari SMK di jawa timur yang turut ikut menjadi delegasi indonesia ke Abu Dhabi, namun dari delegasi yang ada saat dikonfirmasi mengenai anggaran tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Hudiono selaku Kabid (kepala bidang) Dikmenjur dinas pendidikan provinsi jawa timur, dengan tegas Hudiono menyampaikan bahwa anggaran untuk ke Abu Dhabi dari kantong pribadi semua peserta.

         Hal serupa juga disampaikan dari kepala sekolah SMK 5 Surabaya "Rinoto" anggaran untuk ke Abu Dhabi bisa saja pakai dana BOS. Lain halnya dengan "Praci" kepala sekolah SMK 12 yang menggunakan dana pribadi mencapai Rp 27juta hanya untuk menjadi delegasi indonesia ke Abu Dhabi.

          Namun dari yang tertera diatas berbeda dengan apa yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur "Saiful Rahman" pada redaksi restorasihukum.com bahwa semua kegiatan world skills competition (WSC) di Abu Dhabi atas ijin dari Gubernur Jawa Timur Drs Suekarwo, sedangkan untuk semua pembiayaan ditanggung dari pusat. Ungkapnya melalui pesan singkat di nomor hpnya 081335344xxx.

       Dengan ketidak sinkronan keterangan yang disampaikan oleh Kadisdik, kabid serta keterangan dari kepala sekolah yang ikut menjadi delegasi Indonesia ke Abu Dhabi, patut diduga kegiatan wsc ke Abu Dhabi syarat akan korupsi yang harus ditindak oleh aparatur penegak hukum di negara Republik Indonesia ini. (red/tim)

Dibaca 23 kali