Rabu, 03 Januari 2018 18:59

Karyawan PT TIRTA MAJU ABADI (Gris) lakukan Aksi Mogok Kerja

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Pasuruan, restorasihukum.com -  karyawan PT TIRTA MAJU ABADI (GRIS) didesa Plintahan, kecamatan Pandaan, kabupaten Pasuruan lakukan aksi mogok kerja dengan mendirikan tenda didepan pintu gerbang masuk keluar perusahaan. Aksi mogok kerja tersebut dilakukan oleh para karyawan yang tergabung dalam PK F LOMENIK SBSI dari tanggal 18/12/17 sampai tanggal 18/02/18 dengan menuntut :

1. Panggil secara surat resmi bekerja kembali saudara Yulis Ribut Prasetyo Dkk (7 orang). 
2. Bayar kekurangan upah dan kekurangan THR mulai masuk kerja. 
3. Laksanakan perda kabupaten Pasuruan No 22 th 2012 tambahan upah 5% dari UMK bagi buruh yang mada kerjanya 1tahun lebih. 
4. Ikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan mulai masuk kerja. 
5. Laksanakan lembur sesuai aturan dan cuti tahunan. 
6. Tangkap dan adili pengusaha yang melakukan union busting dan melanggar hak-hak normatif. 
7. Buat surat pengangkatan menjadi buruh tetap/PKWTT.
 
              Sudah hampir dua minggu aksi di gelar tapi sampai hari ini belum ada keputusan dari pihak perusahaan. 
 
              Santoso salah satu draiver menjelaskan bahwa mogok kerja ini dilakukan lantaran pihak Owner tidak menepati janjinya malah mengeluarkan 7 dari kesembilan orang yang harusnya diangkat jadi buruh tetap. 
 
               "Pihak perusahaan telah membuat kesepakatan kepada kami dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yakni tiga bulan sekali akan ada pengangkatan sebanyak 3 orang, sehingga dalam satu tahun kesembilan orang akan jadi buruh tetap semua (red). Owner akan mengangkat kesembilan orang menjadi buruh tetap/ PKWTT. tapi kenyataannya sudah enam bulan lebih hanya dua orang yang diangkat tetap salah satunya saya sedang lainnya malah di PHK. "terangnya pada media restorasihukum.com,(03/01/18).
 
                 Lebih lanjut, Ia mengatakan alasan pihak perusahaan mengeluarkan ketujuh orang karyawan adalah masa kontrak sudah habis, juga perusahaan lagi sepi.
 
                 "Meski pihak perusahaan beralasan masa kontrak sudah habis, tapi perjanjian kontrak tersebut tidak sah alias gugur,  karena sebelumnya sudah ada perjanjian kerja bersama."kata Santoso. 
 
                  Saat dikonfirmasi terkait adanya mogok kerja tersebut Arif Harianto selaku HRD PT.TIRTA MAJU ABADI tidak mau memberikan statement apapun mengenai aksi tersebut. 
 
                   "Saya tidak bisa memberikan keterangan takutnya nanti salah bicara, tanya saja pada pak bambang selaku humas disini, karena semua yang berhubungan dari luar langsung kehumas, "pungkas Arif.
 
                    Diharapkan pihak terkait secepatnya menyelesaikan masalah ini, agar para buruh mendapatkan haknya juga memberikan tindakan tegas kepada pengusaha nakal yang selalu permainkan para buruh sesuai undang-undang yang berlaku di negeri ini.(sy) 

 

Dibaca 239 kali