Sabtu, 27 Januari 2018 15:09

DPC Partai PKB Nias Barat, Menyerahkan Tanda Turut Berduka Cita

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Nias Barat - restorasihukum.com - DPC PKB Kabupaten Nias Barat  menyerahkan tanda turut berduka cita  kepada keluarga korban atas tenggelam  2 Orang anak warga di sungai Lahomi,  yang terjadi pada 16 Januari 2017, warga Desa Tiga serangkai, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Sabtu (20/01/2018) kemarin.



Penyerahan tanda turut berduka cita tersebut (17/01)  turut didampingin beberapa pengurus PKB Nias Barat antara lain  Fomaha Maruhawa, Kasman Daeli dan beberapa pengurus PKB lainnya ikut serta kerumah duka di Desa Tiga serangkai, Kecamatan Sirombu.



Pada saat itu  Na’aso Daeli  mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnnya atas musibah yang menimpa keluarga  A/I. Jese Daeli, semoga seluruh keluarga selalu tabah  dalam menghadapi cobaan ini.



"kami atas nama  keluarga besar DPC PKB Nias Barat mengucapkan Turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga A/I.Jese Daeli semoga tuhan memberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan seperti ini,  Kehadiran kami disini bukan adanya unsur  politik tetapi kegiatan seperti ini adalah kebiasaan  daripada PKB yang selalu mengedepankan rasa solidaritas terhadap sesama” ucap Naaso Daeli.



Saya juga mengharapkan kepada keluarga kiranya  pemberian kami ini jangan dilihat dari nilainya tetapi kepedulian adalah merupakan tanggung jawab bersama” tambah Ketua DPC PKB itu.



Orang tua korban (Sipikat Daeli /A.Jesen) mengucapkan terimakasih kepada seluruh DPC PKB Nias Barat  atas kedatangannya kepedulian terhadap musibah yang kami hadapi dan lebih-lebih penyampaian kata penghiburan yang disampaikan, bagi kami tiada balasannya semoga tuhan membalasnya kepada kalian. ucap Sepikat Daeli.



Kanit Humas Polsek Sirombu  Aiptu Osiduhu Daeli menjelaskan bahwa,  Maelani Daeli dan Jesius Daeli keduanya merupakan kakak beradik  meninggal  karena tenggelam di sungai lahomi yang jaraknya kurang lebih 300 meter dari rumahnya.



Sebelum ditemukan tewas, sekitar pukul 16.00 Wib, kedua korban terlebih duhulu meminta izin kepada orang tua mereka untuk mandi di Sungai Lahomi, mengingat musim kemarau, sehinga keduanya diizinkan oleh orang tuanya  mandi ke sungai tersebut.



Namun berselang sekira dua jam kemudian, orang tua korban  (Sipikat Daeli/A.Jesen)  mendengar kabar dari tetangga jika kedua anaknya meninggal akibat tenggelam di sungai.
Setelah mendengar kabar tersebut dia bersama tetangga yang memberikan informasi langsung pergi menuju ke sungai dan juga langsung mengevakuasi kedua anaknya yang sudah tidak bernyawa lagi dibawa ke rumah.



O.Daeli menambahkan "dari pengamatan olah tempat kejadian perkara, kedua korban tewas tenggelam di sungai yang kita perkirakan memiliki kedalaman dua meter," jelasnya. (SG)

Dibaca 58 kali