Redaksi

Redaksi

Selasa, 17 Oktober 2017 13:16

OKI, restorasihukum.com - Adanya Isu terkait tentang ketidak transparanan kepala sekolah serta tidak tepat sasaran dalam pengunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) membuat kami tim dari media untuk langsung mencroscek kebenaran tersebut khususnya di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan.

"Baru-baru Ini jum'at 06 Oktober 2017 pukul 22:03 adanya laporan masyarakat terkait dalam pengunaan dana (BOS) di SDN 8 Kayuagung "melalui Medsos (SF) mengatakan bahwasan dengan isi pesan ;

"SDN 8 Kayuagung karena kepala sekolahnya menggunakan dana BOS nya menyimpang karena sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi yaitu membayar hutang hasil belanjaan pribadinya sendiri dan para guru di sana juga mengeluhkan uang transport (KKG) yang sampai saat ini tidak dibayarkan dengan alasan ditampung untuk membayar pembelian buku terlebih dahulu. Dan juga operatornya dibuat sengsara kerjaannya merangkap sebagai TU tapi tidak digaji dan lebih sadisnya lagi guru kelas 6 yang mengelola ekstrakurikuler dan itu seharusnya dibantu/dibiayai oleh dana BOS akan tetapi kepala Sekolahnya tidak perduli untuk memberikan biaya kepada guru kelas 6. "Bahkan sebelumnya kepala sekolah sendiri yang menyuruh untuk membangun ekstrakurikuler pramuka dan pada akhirnya guru kelas 6 meminta untuk mutasi dari SDN 8 Kayuagung ke SDN 6 Kayuagung, jadi mohon kepada pihak wartawan untuk segera berantas korupsi seperti kepala sekolah yang ada di SD Negeri 8 Kayuagung agar sekolah tersebut menjadi sejahtera aman dan penuh kedamaian.

"Menanggapi adanya hal tersebut selasa 10 Oktober 2017 pukul 09:00 kamipun tim dari awak media langsung menyambangi di SDN 8 Kayuagung yang beralamat Jln. Veteran Saleh Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sumatera selatan, untuk mengkonfirmasi terkait informasi kebenaran tersebut namun saat tim dari awak media tiba di SDN 8 Kayuagung kepala Sekolahnya tidak ada di kantor ketika di tanya oleh awak media salah satu oknum guru yang ada di kantor tersebut "permisi ada Kepala sekolah nya buk ?" Oknum guru yang ada di kantor tersebut itupun menjawab "ibu nya tidak ada di kantor pak lagi keluar," ungkap guru yang ada di kantor tersebut kepada tim awak media, itupun tidak hanya sekali perwakilan tim dari awak media menyambangi SDN 8 Kayuagung, namun itu sudah beberapa kali namun tidak pernah bertemu kepala sekolahnya.

Di lain sisi terkait adanya hal tersebut Ketua LSM Indonesia Investigasi Korupsi (IIK) Kab.OKI rabu 11 Oktober 2017 pukul 15:00 bertepatan di ruangan kerjanya Gunadi Mahpi mengatakan dirinya sangat menyayangkan atas sikap kepala SDN 8 Kayuagung yang sulit untuk ditemui dan dikonfirmasi oleh awak media, serta adanya tudingan masyarakat 'SF' kepada kepala SDN 8 Kayuagung yang mengunakan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) untuk kepentingan pribadi .

Padahal itu sudah dijelaskan berdasarkan UU Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Juknis BOS dan Penggunaan BOS di Sekolah.

"Bahwa dana BOS diprioritaskan untuk kegiatan operasional sekolah, biaya transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas di luar kewajiban jam mengajar sesuai dengan satuan biaya yang ditetapkan oleh pemerintah daerah bukan untuk kepentingan pribadi," Tegasnya

Selanjutnya selasa 17 Oktober 2017 pukul 09:00 kamipun kembali menyambangi SDN 8 Kayuagung bertepatan di ruangan tamu kantor sekolahnya. Kepala Sekolah SDN 8 kayuagung Homsiah S.pd mengatakan bahwa dirinya menyangkal adanya informasi tersebut menurutnya itu tidak benar, Ia juga mengatakan bahwa uang Gaji TKS, KKG itu sudah dibayarkan semua .

"Masih Kata Kepala SDN 8 Kayuagung bahwa Jumlah murid SD N 8 Kayuagung itu ada 148 orang terdiri dari kelas 1-6, sedangkan kalau untuk Guru PNS nya ada 7 orang, ditambah dengan TKS 4 orang yang terdiri dari Rombel 6 ruangan termasuk juga kantor," ungkapnya kepada tim awak media (ryan)

Selasa, 17 Oktober 2017 10:14

Pasuruan, restorasihukum.com - saat melakukan sidak proyek pembangunan pagar baru unit farmasi milik Dinas Kesehatan, Kemarahan anggota Komisi 3 DPRD Kota Pasuruan, Jawa Timur, Sodik, ini tak terbendung lagi.

Sodik dengan mudahnya merobohkan susunan dinding batu bata dengan bambu saja. Selain itu, Sodik melakukan tendangan kecil saja yang mengakibatkan dinding baru ini roboh. Begitu juga dengan pondasi yang bisa dijebol menggunakan tangan.
 
 
Sodik juga memarahi Kepala Pengawas Proyek pembangunan pagar baru dari dana alokasi daerah senilai Rp 600 juta ini karena lamban memberikan keterangan saat ditanyai.
 
Sodik mengatakan, "Sidak ini dilakukan karena informasi dari masyarakat bila pengerjaan proyek pembangunan pagar baru dikerjakaan asal-asalan dan tidak sesuai dengan kontruksi bangunan."
 
Akibat asal-asalan membangun ini, anggota Komisi 3 DPRD Kota Pasuruan ini menghentikan proyek tersebut dan memanggil ketua pelaksana dan pimpinan proyek untuk dimintai keterangan.(red)
Selasa, 17 Oktober 2017 09:47

restorasihukum.com -Ada banyak bahan kimia dalam lingkungan dan produk sehari-hari. Dari pestisida beracun dalam makanan hingga asap kendaraan bermotor. Pada dasarnya, hampir tidak mungkin kita bisa terhindar dari paparan polutan berbahaya.

Beberapa senyawa beracun yang sudah terlepas ke lingkungan juga sulit terurai langsung. Misalnya, senyawa polychlorinated biphenyl atau PCB yang dilarang digunakan sampai sekarang masih bertahan di lingkungan. PCB berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh sebab dapat memicu pembentukan radikal bebas dan peradangan.

Kabar baiknya, beberapa makanan tertentu dapat melindungi tubuh dari bahaya paparan bahan kimia sehari-hari. Untuk membantu mengurangi efek buruk bahan kimia dalam tubuh, sebaiknya kurangi makan makanan olahan dan perbanyak makanan yang mengandung omega-3.

Seperti dilansir Rodale.com, makanan-makanan berikut dapat menangkal efek buruk polutan dari lingkungan:

Telur
Telur kaya akan protein dan omega-3. Telur ayam yang diternakkan secara alami 2 kali lebih banyak mengandung omega-3 dibandingkan telur yang dijual di toko. Apalagi peternakan lokal memberikan pakan organik sehingga risiko terpapar pestisida atau bahan rekayasa genetik lebih kecil.

Kenari
Seperempat cangkir kenari mengandung 160 kalori yang cukup menyediakan kebutuhan asam lemak omega-3 selama sehari. Kenari mengandung ALA, pelopor omega-3 di dalam tubuh yang kemudian diubah menjadi asam lemak. Selain kenari, biji rami juga mengandung nutrisi yang serupa.

Salmon
Banyak ikan yang kaya akan kandungan omega-3, tapi banyak juga juga terkontaminasi dengan merkuri dan PCB. Salmon liar di perairan dingin merupakan ikan yang paling banyak mengandung omega-3.

Lemak dan minyak nabati
Berbeda dengan lemak jenuh yang buruk untuk tubuh, lemak tak jenuh tunggal yang banyak terkandung dalam minyak nabati adalah lemak yang baik dan penting untuk tubuh. Minyak zaitun dan minyak lobak mengandung banyak lemak tak jenuh tunggal.

Kedelai dan kacang-kacangan
Satu cangkir kacang kedelai atau kacang merah mengandung 200 - 1.000 miligram omega-3. Empat ons tahu mengandung sekitar 0,4 gram omega-3. Tempe dan susu kedelai juga banyak mengandung omega-3.

Sarden
Ikan sarden kaya akan DHA dan EPA meskipun kandungannya tak sebanyak salmon. Karena sarden juga banyak mengandung sodium, seimbangkan makanan dengan buah-buahan dan sayuran rendah sodium.

Minyak canola
Minyak canola mengandung 1.300 mg omega-3 per sendok makan dan lebih banyak dari minyak zaitun. Sayangnya minyak ini lebih jarang ditemui di Indonesia. (red)

Selasa, 17 Oktober 2017 08:44

Bondowoso,restorasihukum.com -Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso Drs Karna Suswandi memenuhi panggilan Reskrim Polres Bondowoso untuk memberikan keterangan terkait dugaan melakukan kebohongan publik seperti dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI).

   Ditemui sejumlah wartawan, Kadis Karna mengaku kedatangannya adalah dalam rangka memenuhi panggilan Reskrim Polres untuk memberikan keterangan terkait adanya unsur kebohongan publik dari pernyataan resminya kepada sejumlah wartawan dalam peristiwa terjadinya longsor di sisi jembatan Kironggo beberapa bulan lalu.

"saya dilaporkan karena diduga melanggar pasal 55 UU no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dengan tuduhan telah melakukan kebohongan publik. padahal pernyataan saya adalah berdasarkan fakta karena pada saat itu memang terjadi longsor," tutur Karna kamis 12/10/17

   Menurut Karna, UU no 14 itu lebih mengatur pada penyediaan dokumen negara atau pemerintah sehingga masyarakat dapat mengakses setiap informasi yang dikelola oleh instansi milik publik.

"oleh karena itu berbeda antara penyediaan dokumen dengan pernyataan saya kepada wartawan," katanya

   Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bondowoso Julian Kamdo Warokka menyatakan masih terus memproses kasus ini. Saat ini kata dia, pihaknya masih belum menyimpulkan terkait pasal apa yang bisa disangkakan, dan siapa yang dirugikan. "belum bisa disimpulkan masih dalam proses," ucap Kasat Reskrim Bondowoso ini.

Selanjutnya, Kadis Karna menegaskan akan menghargai setiap proses hukum yang akan dilakukan pihak Polres Bondowoso. "Saya hargai dan saya hormati dan saya pasrahkan sama pihak penyidik," tegasnya (Azis/Indra)

Selasa, 17 Oktober 2017 08:38

OKI, restorasihukum.com -Adanya ketua PWI adalah untuk memberikan arahan kepada wartawan-wartawanya baik dari yang di provinsi maupun kabupaten dalam melaksanakan suatu karya jurnalistik yang berimbang serta baik agar cepat di mengerti bagi masyarakat dan pembacanya .

Rabu 16/oktober/2017 .Bertempatan di gedung kesenian Kab.OKI "acara pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) periode 2017-2020. Yang motonya untuk konsolidasi organisasi menuju profesional wartawan untuk membantu pencapaian OKI yang maju, mandiri dan sejahtera.

Acara tersebut dihadiri juga ketua PWI SUMSEL Oktaf Riadi SH, Bupati OKI yang di wakilkan wakil Bupati OKI H.M Rifai SE, Kapolres OKI ,Kapolsek Kayuagung ,Dandim OKI, jajaran pejabat pemerintahan serta wartawan Se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang langsung mengikuti orientasi .

Ketua PWI SUMSEL Oktaf Riadi SH mengatakan selamat atas dilantiknya  pengurus ketua PWI OKI yang baru Mat Bodok ST dan sekertaris PWI OKI Lidya The adora Sinaga. "Ia juga menambahkan bahwa anggota PWI OKI tidak boleh bergabung dengan organisasi yang lain, tegasnya "lalu apabila ada wartawan PWI OKI yang bergabung ke organisasi lain (berbadan Hukum) berarti sudah menyalahi dan harus keluar dari organisasi PWI di beri waktu satu minggu untuk yang menyalahi hal tersebut dirinya juga menambahkan jadilah wartawan yang profesinal, berahlak dalam melaksanakan tugas seorang jurnalis," pungkasnya.

"Lanjut di sela-sela perpisahan ketua PWI OKI terpilih Mat Bodok ST, mengharapkan semoga kedepanya  Persatuan wartawan Indonesia khususnya untuk di OKI lebih percaya diri lagi, bersatu sesama anggota PWI OKI baik dari media cetak, elektronik dan Online serta semoga PWI OKI lebih maju lagi profesional dalam melaksanakan tugas kewartawanan," terangnya.(Ryan)

Selasa, 17 Oktober 2017 08:30

● Limbah B3 Jenis Bottom Ash Yang di Buang di sekitar Pemukiman Warga.

Mojokerto, restorasihukum.com- Dumping (pembuangan) limbah b3 jenis Bottom Ash yang berada di pemukiman warga padat penduduk Dusun Bangun Desa Bangun Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto diduga keras milik PT PAKERIN (PABRIK KERTAS INDONESIA).

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Limbah Bottom Ash tersebut diduga akan dibuat uruk lahan kosong dan berlubang sangat dalam, hal tersebut di benarkan oleh Heru selaku Kabag Humas PT PAKERIN yang akhirnya bisa ditemui oleh awak media restorasihukum.com di kantornya Kamis, 5 Oktober 2017 mengatakan,"itu memang kita buat uruk dan nanti di atasnya kita uruk lagi sama tanah, karena di lokasi tersebut rencana mau didirikan bangunan milik pabrik PAKERIN,”tegasnya.

Dampak dari Dumping (pembuangan) dan penimbunan Limbah B3 jenis Bottom Asy milik PT.PAKERI akan merusak sumber mata air yang ada di sekitarnya, dan pembuangan Limbah tersebut dibuang langsung mengenai obyek tanah,  jelas-jelas telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) 101 Tahun 2014.

Merasa kebal Hukum, sampai pemberitaan ini diterbitkan PT PAKERIN  diduga masih melakukan pembuangan (Dumping) bukan pada tempatnya dan  tanpa mempedulikan dampak akan terjadi ditimbulkan dari Limbah tersebut, untuk itu dimohon Pihak Polres Mojokerto segera menindak dan memproses PT PAKERIN selaku penghasil Limbah Bottom Ash. (red/team)

Selasa, 17 Oktober 2017 08:21

Magetan,restorasihukum.com - Ada dugaan kuat pemerintah Kabupaten Magetan tidak memberikan ijin kepada pengusaha galian pasir di daerah Desa Belotan Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. Yaitu aktivitas galian pasir sangat menganggu lingkungan sekitar serta rawan longsor.


Banyak warga mengeluh penambangan galian pasir tersebut kerap mengganggu  warga yaitu adanya polusi udara saat kemarau dan sangat dikhawatirkan saat hujan yang bisa menyebabkan longsor.
Pengakuan checker ( ars) bahwa, "Dalam satu hari kami mengeluarkan dan mengangkut pasir ini lebih dari 50 truk. Dan aktivitas ini sudah berjalan lama mas lebih dari 2 tahun ....tidak ada masalah....kok mas....kenapa jenengan tiba-tiba datang mempertanyakan ini semua."


Masih pengakuan (ars) "Kami mendatangkan alat berat untuk mengeruk dan mengambil pasir tersebut per satu truknya Rp 500 ribu, sopir truk menjualnya berkisar Rp 800 ribu sampe Rp 1 juta ke pengempul atau galangan galangan."


Kades Sukadi saat diklarifikasi akan aktivitas ini bahwasannya beliau mengatakan "Saya tidak tahu menahu mas...akan aktivitas tersebut monggo jenengan cari tahu sendiri di lapangan," Kades terkesan tidak banyak memberi jawaban.
Hingga berita  ditayangkan bahwasannya pemerintah atau aparat tidak punya keberanian dalam menindak orang orang perusak lingkungan alam. Kenapa tidak berani di situ?


Mana kita tahu apakah ada pungli atau oknum yang menerima setoran?
mengingat belum adanya ijin provinsi yaitu tata ruang, ijin penambangan khusus atau ijin penambangan rakyat. (red/tbl)

Senin, 16 Oktober 2017 18:52

Sidoarjo, restorasihukum.com - Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Himawan Bayu Aji, SH, S.Ik, MH merupakan sosok pimpinan yang dekat dengan para sesepuh alim ulama di Kabupaten Sidoarjo. Hal itu dibuktikan setelah upacara sertijab sebagai Kapolresta Sidoarjo, beliau langsung mendatangi Ketua NU Kab. Sidoarjo dan kemudian lanjut road show kepada para Kyai seperti ke KH. Amirudin Mu'in selaku Pimpinan Yayasan Pendidikan Sabilur Rosyad Sidoarjo, KH. Abd. Salam selaku pimpinan Ponpes Al-Khoziny Buduran.

Kedekatan beliau dengan para alim ulama salah satu wujudnya adalah menjenguk para Kyai yang sedang dirawat di rumah sakit. Seperti hari ini Senin tanggal 16 Oktober 2017 pada pukul 14.00 Wib, beliau dalam kesibukannya menyempatkan waktu untuk menjenguk KH. Agoes Ali Mashuri (Gus Ali) di RS. Siti Hajar Sidoarjo.

"Semoga beliaunya lekas sembuh dan kembali beraktifitas, doa dari semua pihak untuk beliau (Gus Ali) agar sehat selalu...aamiinn". Kata Kapolresta Sidoarjo usai menjenguk Gus Ali.

Gus Ali merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat yg miliki santri sekitar 1500 santri baik domisili lokal Sidoarjo maupun dari luar Sidoarjo serta ada juga santri dari luar negeri. (red)