Redaksi

Redaksi

Senin, 26 Maret 2018 18:15

Surabaya,  restorasihukum.com - Rumah Sains bersama Komunitas Seduluran Homeschooling menyelenggarakan acara bertajuk " Indonesia Main Sains".  Acara yang akan diikuti oleh 150 orang, terdiri dari kelompok SD Surabaya Sidoarjo, anak anak homeschooling, lengkap beserta orang tua dan para pendidik. Diantaranya SDN kapasan 5, SDN simokerto 5, SDN Simokerto 6, SDN simolawang, SDN kedurus, SD Islam Aulia Prambon, Kampung dolanan dan tentu saja dari Komunitas Seduluran Homeschooling Surabaya

Mengapa Sains?. Karena berdasarkan survey dari Pusat Penelitian Perkembangan IPTEK LIPI Bahwa 54 persen dari 1.829 responden di 10 kota besar di Indonesia tidak paham dan tertarik pada Ilmu Pengetahuan Sains ( Sumber Republika). Bagaimana dengan anak atau murid SD?. Tidak kalah mengherankan, dalam survey juga disebutkan bahwa kemampuan literasi, teoritis, dan praktik sains anak anak Indonesia masih kalah dengan negara di kawasan Asia Pasifik bahkan dunia.

Fenomena itu yang menggerakkan Rumah  ILMA bersafari keliling kota di Indonesia untuk memberikan pelatihan secara gratis kepada murid SD, Guru, serta Orang tua beraneka ragam permainan sains.

Dalam acara nanti para peserta diajak bermain beraneka ragam prinsip dasar Sains dengan media percobaan yang mengasyikkan dan anti jenuh. Permainan nanti bisa terus dipraktikan di rumah bersama orang tua atau teman sepermainan.

Pada hari ini (26/3), tepatnya Surabaya dan Sidoarjo menjadi tuan rumah setelah acara ini sukses menyita perhatian di banyak kota. Para peserta kali ini berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan Probolinggo. Acara yang berlangsung lebih kurang 4 jam ini menggandeng Komunitas Seduluran Homeschooling Surabaya. Acara ini dipimpin langsung oleh Kak A Muzi Marpaung, beliau adalah founder dari Rumah Sains Ilma.

Yakni sekelompok orang tua yang memang memilih jalur pendidikan alternatif berupa pendidikan berbasis keluarga. Anak anak yang masuk dalam komunitas Seduluran Homeschooling ini berjumlah lebih kurang 35 orang yg tetap.

Statement:

- Yusron Efendi, salah satu orang tua peserta:
"Perlu dimasyarakatkan, krn acaranya bagus. Semoga di rumah bisa dipraktekkan"

- Asia Hermawan, peserta dari Seduluran Homeschooling:
"Saya suka sama Acaranya, soalnya menambah ilmu, dan Kakak Pemateri dan MCnya lucu"

- Erika, salah satu panitia
"Saya tidak menyangka antusias peserta luar biasa. Adek-adek semangat banget praktek bermainnya"

- Dicky, MC acara
"Saya suka sekali memandu acara ini. Anak2 begitu bergairah dan tak henti-hentinya, seperti nggak ada capeknya. Saya aja capek, tapi mereka wow. Jadi seneng memandu acara edukatif ini" (red)

Senin, 26 Maret 2018 06:11

Bogor, restorasihukum.com - Kasat Lantas Polres Bogor memimpin pelaksanaan kegiatan Pembuatan Alat Teknologi Inovasi Kreatif  sebagai Alat Edukasi dan Keselamatan di Pos Polisi 2B Gadog Puncak Kabupaten Bogor. Minggu (25/03/18)

    Dalam kesempatan ini Kasatlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama.SIK mengatakan, “Bahwa kegiatan ini bermaksud agar para anggota dapat berkreasi untuk membuat alat-alat yang menciptakan keselamatan dan mencegah kecelakaan dengan menggunakan alat sederhana. Alat-alat yang digunakan merupakan alat yang sehari-hari ada dikehidupan kita.”

    Lanjut Kasatlantas Polres Bogor menjelaskan, “Menggunakan tagline Low cost high gain yakni, barang yang dibuat harus murah meriah namun berdaya guna tinggi. Sehingga bisa di produksi banyak dan mudah di buat. ”

    Dengan alat-alat yang diciptakan tersebut diharapkan dapat mendukung tugas Kepolisian di bidang Lalu Lintas khususnya dalam mencegah Laka Lantas dan edukasi.

    Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah anggota Unit Lantas Polsek dan Unit Laka Lantas Polres. Sejumlah 15 team yang membuat peralatan tersebut. Serta dihadiri oleh Kaur Bin Ops Satlantas Polres Bogor, Kaur Mintu Satlantas Polres Bogor, Kanit Regident Satlantas Polres Bogor, Kanit Laka Satlantas Polres Bogor, Kanit Turjawali Satlantas Polres Bogor, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Bogor, Kanit Lantas Jajaran Polsek se-Polres Bogor dan Anggota Satlantas Polres Bogor.

    Hasil dari perlombaan inovasi kreatif tersebut berupa, 1. Patung super hero Himbauan penggunaan helm, yang berguna untuk mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya penggunaan Helm
    2. Papan Rambu Portable himbauan daerah rawan laka lantas, Berguna untuk mensosialisasikan kepada masyarakat lokasi rawan laka lantas.
    3. Water barier dengan Himbauan keselamatan berlalu lintas.
    4. Papan himbauan kedip atau lampu Blitz dengan tulisan sosialisasi penggunaan  helm
    5. Lampu rambu “Hati-Hati” dan gambar tengkorak menggunakan lampu Blitz
    6. Lampu Blitz sosialisasi tahun keselamatan berlalu lintas yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.
    7. Trafic Cone Digunakan sebagai pembatas lajur dilengkapi dengan lampu peringatan.
    8. Papan Mobil Patwal yang dilengkapi dengan strobo,Digunakan sebagai himbauan kepada masyarakat untuk tetap berhati hati dalam berkendara.
    9. Lampu penunjuk arah bertuliskan “POLISI” menggunakan lampu led dan lampu blitz, Dapat digunakan sebagai penunjuk arah kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan Pihak kepolisian.
    10. Lampu lalin yang terbuat dari Paralon yang dapat digunakan untuk kegiatan Dikmas lantas.
    11. Alat edukasi traffic light untuk anak sekolah.

    Kegiatan kreatifitas tersebut merupakan upaya inovasi teknologi untuk layanan Masyarakat dalam berkendara. Dan bertujuan untuk peningkatan Keselamatan berkendara. ( Fito)

Senin, 26 Maret 2018 06:05

Surakarta, restorasihukum.com - 24 Maret 2018 – Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno melakukan soft opening kawasan De Tjolomadoe yang terletak di Karanganyar, Surakarta, 24/03.

Opening kawasan bersejarah ini juga turut dimeriahkan dengan konser HITMAN David Foster & Friends. Kawasan ini merupakan eks pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara IX yang telah berhenti beroperasi sejak 1998. Jika dulunya kawasan ini dikenal sebagai Pabrik Gula Colomadu, pasca direvitalisasi kawasan tersebut kini bernama De Tjolomadoe dan menjadi destinasi wisata heritage di Surakarta.

“Revitalisasi PG Colomadu ditujukan agar nantinya kawasan ini dapat menjadi pusat pelestarian budaya Jawa dan dapat menjadi tempat pelestarian seni budaya yang bersifat tradisional dan modern. Ini juga menjadi salah satu landmark kebanggaan masyarakat Indonesia yang berasal dari kontribusi sinergi BUMN,” kata Rini.

Revitalisasi bangunan yang telah berdiri sejak 1861 ini dilakukan dalam waktu kurang dari 1 tahun, tepatnya 351 hari sejak dilakukan peletakan batu pertama pada 8 April 2017.  Revitalisasi PG Colomadu ini merupakan hasil sinergi BUMN  yang terdiri dari PTPN IX sebagai pemilik lahan, dan konsorsium yang terdiri dari PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko (Persero), PT Patra Jasa, PT Jasamarga Properti, dan PT KAI (Persero).  Konsorsium tersebut juga menghasilkan perusahaan patungan PT Sinergi Colomadu.

Pengembangan kawasan berusia 157 tahun ini juga telah melalui kajian yang dilakukan oleh konsultan independen. Hasilnya menunjukkan bahwa revitalisasi eks PG Colomadu dapat dimanfaatkan menjadi venue bernilai sejarah sekaligus meningkatkan manfaat komersialnya. De Tjolomadoe kini dapat difungsikan menjadi pusat kebudayaan, Concert Hall dengan kapasitas maksimal 3.000 orang, ruang pertemuan dan pameran dengan kapasitas maksimal 1.000 orang, serta area komersial untuk makanan/minuman maupun sentra kerajinan tangan.

“Saya sangat bangga kepada BUMN-BUMN yang terlibat dalam revitalisasi ini. Saya apresiasi juga PT PP yang memimpin proses restorasi yang secara nyata berhasil merealisasikan visi restorasi Tjolomadoe dalam waktu singkat,” ujar Rini.

Rini berharap inisiasi De Tjolomadoe ini dapat memacu BUMN lain untuk bisa lebih berinovasi dan bersinergi, sehingga bisa menjalankan peran sebagai agen pembangunan yang bukan hanya bersifat fisik namun juga menguatkan karakter dan budaya bangsa.Red

   
   
Sabtu, 24 Maret 2018 08:34

Pasuruan, restorasihukum.com - Warga digegerkan dengan tewasnya seorang ibu penjual nasi jagung dalam warung dipasar Sukorejo, dusun Glatik,desa Glagahsari, kecamatan Sukorejo, kabupaten Pasuruan. Diketahui wanita tersebut bernama Yahyul (45), warga dusun Karanglo, desa Sukorejo, kecamata Sukorejo kabupaten Pasuruan. Diduga wanita (45) tahun tersebut korban pembunuhan.

          Kepala pasar Sukorejo M.Hasyim As'ari membenarkan adanya pedagang pasar Sukorejo yang ditemukan meninggal dunia dalam warung.

          "Benar mas, ada pedagang pasar Sukorejo ditemukan meninggal dunia dalam warung yang kesehariannya berjualan nasi jagung. Korban bernama Yahyul (45), warga dusun Karanglo, desa Sukorejo, kecamatan Sukorejo, kabupaten Pasuruan," kata Hasim pada media restorasihukum.com, (23/03/2018).

          Kondisi korban saat ditemukan kepala berlumuran darah. Korban ditemukan sekitar jam 4 sore oleh anaknya sendiri.

          "Pertama kali korban ditemukan anaknya sendiri tergeletak dilantai sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi berlumuran darah pada bagian kepala," tuturnya.

          Korban langsung dibawa kerumah sakit pusdik Watukosek Gempol, untuk dilakukan otopsi, guna peyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.(sy)

Sabtu, 24 Maret 2018 08:30

Malang, restorasihukum.com - Program pembagunan tahun 2018 ini ditiap desa akan segera dimulai, semua desa sudah lakukan rancangan pembaguanan jangka menengah dan tinggal menunggu pencairan dana baik bersumber dari APBD maupun APBN.

          Salah satunya desa Toyomarto, kecamatan Singosari, kabupaten Malang yang tahun ini akan lakukan programnya. Selain memproritaskan pembanguna infrastruktur seperti drainase, pavingisasi dan tembok penahan tanah (TPT), juga akan membangun wisata kolam renang.

          Menurut kepala desa Toyomarto "Muhammad Nari" menjelaskan untuk tahun ini, selain prioritas pembangunan bidang infrastruktur nanti juga akan di bangun wisata kolam renang.

          "Prioritas kami selain pembangunan drainase, tembok penahan tanah (TPT), Pavingisasi tahun ini akan dibangun tempat wisata kolam renang yang lokasinya berada ditanah kas desa (TKD) dan akan dijadikan Bumdes yang nantinya sebagai pendapatan asli desa (PAD) Toyomarto," terangnya pada media restorasihukum.com,(23/03/2018).

          Lanjut Nari, anggarannya sendiri berasal dari APBDes tahun 2018, dana desa (DD) sebesar 190 juta. Dan akan dikerjakan saat pencairan tahap pertama.

          "Untuk anggaran pembangunan tempat wisata kolam renang lumayan besar hampir mencapai 200 juta. Sedangkan untuk tahun 2018 APBDes desa toyomarto ada potongan sekitar 108 juta," katanya.

          Semoga kedepan, wisata kolam renang bisa meningkatkan PAD dan perekonomian masyarakat desa Toyomarto. juga bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi warga yang menganggur.

          "Mereka nantinya bisa berjualan dan bekerja di wisata kolam renang, sehingga bisa mendongkrak perekonomian keluarga," pungkasnya. (sy)

Sabtu, 24 Maret 2018 06:12

Gresik,  restorasihukum.com - Kuat dugaan adanya 13 dump truck yang menggunakan buku kir palsu kini telah dipindah tangankan pada pihak lain yang masih dalam wilayah  gresik dan beberapa diantaranya  beroperasi di wilayah Kabupaten Pasuruan untuk angkut tanah uruk pengerjaan proyek jalan Tol.

Saat dikonfirmasi "Heri" selaku pemilik 13 dump truck menyampaikan "truck itu sudah saya jual pak, saya tidak tahu menahu mengenai buku kir itu palsu apa tidak." Ungkapnya pada tim media restorasihukum.com namun saat ditanya siapa pembeli dump truck tersebut Heri terkesan menutup nutupi dan menyampaikan  bahwa 13 dump truck tersebut di kembalikan  ke leasing karena tidak mampu bayar atau pailit.

Berbeda dengan apa yang disampaikan narasumber restorasihukum.com dan enggan namanya disebut, "dump truck itu sekarang masih berjalan di pasuruan untuk angkut tanah uruk proyek TOL,  sebagian lagi masih jalan di gresik, kalau ingin lebih jelas lagi dan mengetahui lokasi serta keberadaannya ikuti saja kemana truck itu beroperasi." Terangnya.

Dari beberapa informasi yang terkumpul tim ungkap fakta media restorasihukum.com masih terus menggali informasi akan kebenaran buku kir itu palsu atau tidak dan berusaha untuk klarifikasi pada dishub jatim, dari informasi pegawai dishub yang enggan namanya disebut menyampaikan "kalau buku kir asli biasanya ada hologram mas, tapi kalau tidak ada hologram bisa jadi itu palsu." Terangnya sembari berpasan namanya jangan disebut dimedia.

Setelah adanya beberapa keterangan tersebut tim akan menelusuri pada pihak pemilik dump truk pasca dipindah tangankan untuk  mencari kebenaran serta pelanggaran apa jika dump truck gunakan buku kir yang diduga palsu tersebut. (red/tim)

Jumat, 23 Maret 2018 05:14

Surabaya,  restorasihukum.com - ALAMAK  (Aliansi Masyarakat Anti Koruptor) memberi apresiasi positif kepada Mabes Polri yang mengusut pembobolan Bank Jatim sebesar Rp. 147,4 milyar, dimana sudah ada 4 (empat) terdakwa yakni para pegawai Bank Jatim, yang disidangkan di pengadilan Tipikor Surabaya.
 
Alamak berharap agar kasus ini diusut tuntas, karena yang dijadikan tersangka dan saat ini sudah menjadi terdakwa baru para pegawai Bank Jatim. Sedangkan pihak yang diduga membobol Bank Jatim dan yang menikmati hasil pembobolan sebesar Rp. 147,4 milyar, yakni pemilik PT SGS (Surya Graha Semesta)  malah terkesan kebal hukum dan belum dijadikan tersangka.
 
"Akan terkesan lucu, jika pemilik PT SGS sebagai pihak yang diduga membobol Bank Jatim sebesar Rp. 147,4 Milyar yang terindikasi secara terang-terangan dengan cara memalsu dokumen dll serta menikmati uang pembobolan itu malah tidak ditindak secara hukum", ujar Budi Ketua Alamak Jawa Timur.
 
"Agar nama baik Polri terjaga, dan tidak menimbulkan anggapan negatif di masyarakat, maka kami berharap agar pembobol Bank Jatim itu juga dijadikan tersangka dan nantinya menjadi terdakwa di pengadilan Tipikor", katanya
 
"Karena akan sangat mengherankan, jika pembobol Bank Jatim sebesar 147,4 milyar itu malah bebas dan yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu hanya para pegawai rendahan di Bank Jatim. Masyarakat bisa bertanya-tanya, ada apa ini?, tutur Budi

Sebagaimana diberitakan berbagai media sbelumnya, kasus korupsi dengan modus pemberian kredit macet oleh Bank Jatim pada PT Surya Graha Semesta (SGS) Rp 147,4 miliar disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Terdakwanya empat pejabat Bank Jatim. Yakni Wonggo Prayitno (bekas Kepala Divisi Kredit Modal Kerja/KMK), Arya Lelana (bekas Kepala Sub Divisi KMK), Harry Soenarno (Kepala Cabang Pembantu Bangil-Pasuruan) dan Iddo Laksono Hartano (Asistant Relationship and Manager).

Terdakwa Wonggo Prayitno disidang bersama Arya Lelana. Sedangkan terdakwa Harry Soenarno bersama Iddo Laksono Hartanto. Para pejabat Bank Jatim itu didakwa melakukan korupsi dalam pengucuran kredit kepada PT Surya Graha Semesta.

Dalam surat dakwaan jaksa, perbuatan keempat terdakwa terancam pidana sebagai Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP (dakwaan primair). Sedangkan dakwaan subsidair melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP..

Menurut jaksa, para terdakwa berperan dalam pemberian fasil­itas kredit ke PT Surya Graha Semesta yang menyalahi prose­dur dan tak sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Direksi Nomor 048/203/KEP/DIR/KRD ter­tanggal 31 Desember 2010.

"Di mana pada proses pembe­rian penasabahan plafon kredit standby loan kepada PT Surya Graha Semesta dari nilai awal Rp 80 miliar jadi Rp 125 miliar," jelas jaksa pada sidang pengadilan tipikor.

Selain melanggar SK Direksi, pemberian kredit tersebut juga tidak sesuai dengan DER (Debt, Equity Ratio) dan dokumen SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) proyek.

Berdasarkan fakta, ternyata PT Surya Graha Semesta tidak pernah mendapatkan proyek-proyek APBD. Namun mengaju­kan penambahan plafon kredit.

"Proses pemberian kredit pada PT Surya Graha Semesta tidak sesuai dengan Pedoman Perkreditan Menengah dan Korporasi. Perbuatan para ter­sangka merugikan keuangan negara sebesar Rp 147 miliar yang terdiri dari Rp 120 miliar yang merupakan selisih antara nilai pencairan kredit delapan proyek yang terminnya dijadi­kan jaminan utama pada pem­berian kredit PT Surya Graha Semesta," kata jaksa.

Kasus kredit macet PT Surya Graha Semesta dilaporkan ke Mabes Polri pada 2016 lalu. Dalam laporan yang dibuat LSM itu disebutkan, dugaan penyim­pangan kredit standby loan atau dana cadangan yang disediakan Bank Jatim kepada PT Surya Graha Semesta dapat diguna­kan bila terjadi suatu musibah, atau hal yang tidak diinginkan oleh pihak kreditor dengan cara pembayaran revolving atau re­volving loan.

Pembayaran revolving loan adalah salah satu bentuk fasili­tas kredit yang bisa dilakukan berulang-ulang sepanjang masih dalam batas maksimum plafon yang disetujui oleh bank.

Pada tahun 2010, Rudi Wahono Direktur Utama PT Surya Graha Semesta menandatangani doku­men perjanjian kredit standby loan (SL) sebesar Rp 306 miliar dengan pejabat Bank Jatim.

PT SGS mengajukan kredit ke Bank Jatim untuk delapan proyek pembangunan. Yakni pembangunan jembatan Brawijaya di Kota Kediri, jembatan Kedung Kandang Kota Malang, proyek RSUD Gambiran Kota Kediri, gedung Poltek II Kota Kediri, kantor terpadu Kabupaten Ponorogo, kantor Setda Madiun dan kantor PT Bank BPR Jatim, serta pasar Caruban Madiun. Padahal, PT SGS tidak pernah mendapatkan proyek-proyek itu (bt/red)

Kamis, 22 Maret 2018 23:25

Tulungagung, restorasihukum.com - Peredaran Narkoba di Tulungagung , rupanya terus mengancam  Kehidupan  generasi muda. Tidak lebih dari satu bulan saja , terhitung 1 Maret hingga 18 maret 2018, Jajaran Satreskoba Polres Tulungagung Jawa Timur , berhasil menangkap 14 Tersangka .
Dari 7 kasus ada 10 tersangka, untuk kasus narkotika dan psikotropika sedangkan untuk kasus daftar G ada 4 kasus dengan 4 tersangka.

Sementara itu, hasil dari pengungkapan kasus tersebut didapat beberapa barang bukti, dari narkotika didapat 19 pocket shabu seberat  8,29 gram & 25 butir pil ekstasi.
Sedangkan dari psikotropika didapat sedikitnya 23 butir pil Alprazolam. Dan untuk daftar G diamankan barang bukti berupa pil dobel L sedikitnya 3.303 butir
Sementara itu, polisi juga berhasil mengamankan uang tunai sedikitnya Rp. 1.110.000,-.

berdasarkan keterangan Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui  Kasat Resnarkoba AKP Suwancoko , ke empat belas tersangka yang berhasil diamankan, yakni DS (36), AS (33), KN (42), MS (33) merupakan warga asal kecamatan Ngunut sedangkan AD(32) & TG (26) asal Domasan Kalidawir, DD (31) asal karangwaru, RH (31) asal kedungwaru, NN(33) asal Panggungejo Kauman, FN (29) asal Baruharjo Trenggalek, TR (28) asal Tapan, SH (33) asal kelurahan Panggungrejo, AJ (30) & AR(31) keduanya asal kel. Bago.

" Untuk proses lebih lanjut,  para tersangka ini  akan dijerat  Pasal 114 ayat (1)  dan pasal 112 ayat (1) UU RI no. 35 Th 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara  untuk kasus shabu, serta Pasal 60 ayat (1) huruf B sub pasal 62 UU RI no. 5 th 1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman lima belas tahun penjara, dan untuk kasus pil dobel L akan dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 UU RI no. 36 th 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman lima belas tahun penjara." Terang Suwancoko .( eko / ctr )