Redaksi

Redaksi

Sabtu, 10 Maret 2018 12:18

Pasuruan, restorasihukum.com -Komunitas pemuda kecamatan Prigen tergabung dalam "Gtres" (Generasi Tretes) bekerjasama dengan Istana Durian Prigen adakan Tretes festifal durian (TFD) dalam Rangka panen raya durian kabupaten Pasuruan 2018. Acara tersebut gelar di PTPN XI (PT.  Perkebunan Nusantara) rumah peristirahatan jaln wilis tretes prigen paauruan Sabtu, (09/03/2018) mulai jam 09.00 pagi sampai jam 20.00 malam. 

           Hanya dengan membeli tiket seharga Rp 50.000 Para pengunjung bisa mendapatkan dua durian hanya dengan menukarkan tiket tersebut. Kebanyakan durian dalam festifal tersebut berasal dari Paserpan dan Nongkojajar. Tidak hanya itu, para penjual durian dari berbagai daerah turut ikut serta meramaikan festifal tersebut.

            Acara tersebut dihadiri oleh Muspika Prigen, lurah Prigen, lurah pecalukan, kepala PTPN dan para pengunjung festifal durian Tretes. Dan pengamanan dari banser, limnas, dan para panitia penyelenggara acara. 

           Menurut Bowo selaku koordinator juga sebagai Panitia penyelenggara TFD, menjelaskan bahwa acara ini sengaja digelar untuk mengangkat pariwisata yang ada di tretes kecamatan Prigen.

          "Tujuan dalam Tretes Featival Durian ini yang paling utama adalah untuk mengangkat nama trestes sendiri dalam bidang pariwisata, karena selama ini masih kala dengan daerah lain. Dengan diselenggarananya TFD ini kedepannya tretes jadi tujuan wisata," tutur Bowo. 

           Lanjutnya, acara ini baru pertama kali digelar di tretes kecamatan Prigen. Kami sudah menyiapkan sekitar 3000 tiket dalam TFD ini.

           "Ini masih sekala kecil mas, harapan kedepannya kami akan adakan festifal ini dalam sekala besar, dan juga agan jadi agenda rutin tiap tahunnya, semoga acaranya lancar sampai selesai," harapnya.

            Dalam festival ini selain durian yang di sajikan, ada juga produck-produck dari kreativitas para pemuda prigen.

            "Selain durian, ada juga produk kopi khas dari prigen sendiri seperti kopi nongko, kopi ledug, dan kopi suwuk, juga ada baju yang semua itu adalah kreativitas anak pemuda tretes," pungkasnya.

            Dalam sambutannya camat Prigen Mujiono memberikan saran agar festifal duren ini jadi agenda rutin setiap tahun.

             "Kalau bisa ini rutin digelar, bukan cuma durian yang di festilakan, buah lain seperti mangga, dan rambutan itu juga bisa," ucap Mujiono.

             Semoga dengan adanya acara ini, pariwisata yang ada di Tretes bisa terangkat," pungkasnya.Dalam acara tersebut juga di lakukan penyerahan secara simbolis berupa durian oleh pihak penyelenggara kepada Muspika. Dan secara resmi TFD dibuka oleh pak Mujiono selaku camat Prigen.

             Para pengunjung dalam TFD juga dihibur oleh musik dangdut rege oleh anak muda tretes. Dan acara tersebut rencananya digelar dua hari.(sy) 

 

Jumat, 09 Maret 2018 13:03

OKI, restorasihukum.com - Seharusnya sosok seorang guru apalagi kepala sekolah menjadi panutan untuk guru terutama murid. Dalam menyikapi, meluruskan, mengayomi dan mengendalikan diri.

Terkait pengunaan Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), di SMP N 1 Pedamaran menjadi pertanyaan besar. Pasalnya, saat ingin di temui untuk di kompirmasi beberapa kali oleh awak media ini. Sang kepala SMP N 1 Pedamaran Catur Febiastuti S.Pd. tidak pernah ada di tempat.

Menurut informasi yang di himpun dari narasumber yang engan di sebutkan namanya “Di Duga Kepala SMP N 1 Jarang Masuk Kantor. Tanpa adanya kejelasan kemana dan di mana “ kami juga heran, kepsek jarang masuk, dan lagi tidak jelas ada urusan dan kemana” jelas sumber.

Awak media ini juga sudah berupaya untuk menemui dan kompirmasi sepanjang kegiatan dan penyaluran bantuan di SMP N 1 Pedamaran, namun tak kunjungbisa di temui.

Yang ada hanya humas SMP N1 Pedamaran Ediman Kalung S.Pd. di karnakan rasa penasaran dan keingintahuan kebenarannya. Pada rabu 07/03/2018 pukul 10:00 awak media kembali ke SMP N 1 Pedamaran. Awak media juga tidak kunjung bisa di jumpai yang ada di tempat tetap Humas SMP N 1 Pedamaran Ediman Kalung .S.Pd. ia mengatakan tidak penting kalian bertemu Kepala SMP N1 Pedamaran, kecuali ada keperluan yang sifatnya penting dan mendesak ia juga mengatakan kalau yang datang orang seperti kalian cukup dengan saya saja .tegasnya.

“ Tidak penting kalian bertemu dengan kepala sekolah, kecuali ada keperluan penting dan mendesak, kalau yang datang orang seperti kalian cukup dengan saya saja” ironis sekali mulut oknum pendidik.

Namun setelah beberapa saat kami berbicara dengan humas SMP N 1 Pedamaran Ediman Kalung.  Akhirnya, Mempertemukan awak media dengan kepala SMP N 1 Pedamaran. Ketika di tanya oleh rekan dari media di ruang tamu sekolah, mendadak situasi memanas serta tindakan arogan terjadi Catur Febiastuti S.Pd. kepala SMP N 1 Pedamaran menarik lengan rekan media menuju ruangan para guru dan menanyakan kepada para guru dengan nada tinggi “ siapa yang ngomong kalau saya jarang di kantor” katanya ketus, sambil jari tetunjuk Catur Febiastuti S.Pd. di arahkan kepada semua guru di dalam ruangan.

“ Ayo….! Tunjuk mana orang nya…!!! “tanya Catur Febiastuti S.Pd kepala SMP N 1 Pedamarandengan wajah bengis.

Di sertai mata mencorong melotot tajam di depan para guru – guru SMP N 1 Pedamaran. Dengan arogan ada juga beberapa oknum guru yang berteriak, mendorong dan menarik rekan dari awak media.

Padalah di jelaskan tentang UU PERS NO 40 TAHUN 1999 Tentang PERS itu menerangkan bahwasan nya Nara sumber dilindung . Adanya hal tersebut kami pun sangat menyayangkan sikap arogan kepala SMP N 1 Pedamaran.

Dan  beberapa oknum guru yang bersikap arogan terhadap Pers. Dengan adanya kejadian tersebut di himbau kepada bupati, sekda, BKD dan dinas Pendidikan Ogan Komering Ilir (OKI) agar menyikapi dan menindak Catur Febiastuti S.Pd. oknum kepsek SMP N 1 Pedamaran atas tindakan perbuatan serta memberikan contoh tidak baik, begitu juga bagi oknum guru yang cari muka di depan kepsek yang ikut ikutan tidak jelas menghalanggi Pers dalam kegiatannya.

Sebagai mana tercantum dalam Bab VIII pasal 18  ayat (1) setiap orang dengan melawan hukum, menghalanggi tugas pers menghalanggi, menghambat tertuang dalam pasal 4 ayat (2) Dan (3) di pidana dengan pidana penjara 2 tahun atau denda 500.000.000.- (lima ratus juta rupiah) dengan demikian hala ini bukan permasalahan kecil atau sepele, dengan adanya hal ini, akan di tindak lanjut ke ranah hukum berlaku.(ryan)


Jumat, 09 Maret 2018 12:58

Gunungsitoli, restorasihukum.com - Pelaksanaan seleksi hingga pelantikan Sekretaris Desa (Sekdes) di Desa Onozitoli Sifaoroasi, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Diduga terindikasi praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pasalnya, Terungkap beberapa keganjilan di antaranya atas penilaian hasil seleksi serta proses pelantikan yang terkesan rahasia tanpa melibatkan stackholder dan masyarakat.

"Hal itu terungkap saat pemilihan Sekretaris Desa Onozitoli Sifaoroasi Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018, Sabtu 24 Februari 2018 sore kemarin," Ucap salah seorang peserta seleksi calon sekdes, Syukur Rahmat Jaya Telaumbanua, Kepada wartawan. Rabu (7/03/2018).

Syukur menambahkan bahwa dirinya bersama sebagian masyarakat Desa sangat kecewa atas ketidakjujuran dengan proses seleksi Calon Sekretaris Desa Onozitoli Sifaoroasi.

"Karena Kepala Desa dinilai tidak transparan serta tidak bertanggung jawab karena sembarangan dalam menyetujui persetujuan dan pengumuman dari hasil pemenang seleksi  tersebut," Ujarnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Kepala Desa Onozitoli Sifaoroasi ketika dikonfirmasi melalui sambungan Selularnya  malah mengajak wartawan untuk ketemuan di sesuatu tempat, hingga akhirnya tawaran itu ditolak oleh wartawan.

"Kalo tidak ada waktu ketemuan kita malam ini, atau bisa besok pagi saja ketemuan kita pak, " Kata Kepala Desa.

Ketua DPC LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) Kota Gunungsitoli, Markus Hulu, Saat dimintai tanggapan nya atas dugaan indikasi KKN pada proses seleksi itu dengan tegas mendesak Walikota Gunungsitoli untuk segera meninjau dan mengambil alih proses seleksi yang dinilai sudah cacat tersebut. Rabu (7/3/18).

"Diminta agar ditinjau ulang hasil seleksi Bakal Calon Sekretaris Desa Onozitoli Sifaoroasi, tidak transparan serta tidak bertanggung jawab atas hasil pengumuman resmi dari kepala Desa itu sendiri," Pungkasnya.

Menurutnya, Dari hasil seleksi bakal calon tersebut, Syukur Rahmat Jaya Telaumbanua dinyatakan menang sesuai dengan hasi nilai 74 dan Ideal Saint Laoli dinyatakan kalah dengan hasil seleksi 61,4 nilai.

"Kok malah Ideal Saint Laoli yang malah dilantik sebagai Sekretaris Desa Onozitoli Sifaoroasi.?," Ini harus di usut tuntas," Ujar Markus. (al)

Kamis, 08 Maret 2018 17:41

Gunungsitoli, restorasihukum.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Nias ringkus 6 Orang warga Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan, berinisial JZ, FW, MG, ED, TD dan JO, ditangkap terkait Sindikat jaringan Narkotika jenis Sabu, Gunungsitoli, Nias - Sumatera Utara. Rabu (07/03/2018)


Hal itu, Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H Sinaga, SH.,S.Ik, melalui Kepala Satres Narkoba Polres Nias Iptu Sonifati Zalukhu, menggelar Konferensi Pers pada Pengungkapan jaringan Sindikat Narkoba tersebut. Rabu 7 Maret 2018 Sore.

Menurutnya, ke 6 pelaku sindikat jaringan Narkoba tersebut ditangkap di lokasi yang berbeda. kata Kasat Narkoba Polres Nias, Iptu Sonifati Zalukhu

Hingga kini Polisi masih mendalami melakukan penyelidikan terkait peredaran Narkoba di Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan.

Tersangka, JZ dan FW warga Kecamatan Idanogawo ditangkap di Jl. arah Nias Selatan menuju Kabupaten Nias Desa Banua Sibohou Silima Ewali, Kecamatan Bawalato, sekitar Pukul 23.00 WIB senin kemarin.

Di tangan Tersangka, inisial JZ, Polisi menemukan barang bukti Narkotika jenis sabu sebanyak 3,23 gram.

Sedangkan Tersangka inisial FW yang bersama dengan rekannya JZ,  Polisi menyita sebilah pisau.

Dari keterangan tersangka JZ, barang tersebut hendak dijual kepada rekannya di Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, dan dibeli dari MG warga Desa Hilisatarö Kabupaten Nias Selatan.


Tersangka lainnya inisial FZ mengaku jika mereka sempat mengkonsumsi Narkoba jenis sabu bersama FW dan MG di kediaman MG di Desa Hilisatarö Kabupaten Nias Selatan sebelum kembali ke Kabupaten Nias. Ucap Tersangka.

Pada pengungkapan jaringan sindikat Narkoba tersebut dibantu oleh Sat Reskrim Polres Nias Selatan. Selanjutnya pada hari Selasa 6 Maret 2018, Satres Narkoba Polres Nias melakukan penggrebekan di kediaman tersangka MG, Selasa sekitar pukul 23.15 WIB.

Dari hasil penggerebekan Polisi menangkap tersangka MG bersama tiga rekannya inisial ED, TD dan JO, dan digiring ke Polres Nias Selatan.
Dari tangan tersangka MG, Polisi menyita barang bukti Narkoba jenis sabu yang dikemas dalam plastik transparan kecil sebanyak 13 paket yang beratnya kurang lebih 2,34 gram.
Kini tersangka berada di ruang Unit Satres Narkoba Polres Nias, menjalani pemeriksaan untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. terang kasat.
(al)

Rabu, 07 Maret 2018 08:40

Nganjuk, restorasihukum.com - Aktivitas kurang terpuji sejumlah terduga oknum ASN Kecamatan Bagor dua hari lalu itu, membuat resah. Dalam video tersebut terduga ASN sedang asik mendengarkan lantunan lagu dan menenggak minuman berupa bir di Pendapa Kecamatan.

Dalam video yang beredar di media sosial dengan durasi masing-masing 1 menit dan 32 detik ini, diduga dua oknum ASN duduk diatas kursi berselimut merah bertuliskan LA PNPM MANDIRI DS PETAK - BAGOR NGANJUK 08523381xxxx,  dan tampak sebuah botol bir berisi cairan berwarna coklat dituang kedalam sejumlah gelas bekas minuman kemasan.

Guna untuk memastikan tindakan tidak etik sejumlah terduga ASN dilingkungan Kecamatan Bagor itu, awak media berusaha untuk mengklarifikasi kebenaran kepada Camat Bagor Kasno melalui nomor Hanphone +628214241xxxx, namun tidak tersambung.

Berdasarkan keterangan di lingkungan DPRD Nganjuk menanggapi hal itu, hari ini Camat Kasno didampingi sejumlah kades langsung masuk ke ruang rapat fraksi. Anggota dewan dari perwakilan ke empat komisi turut masuk ke ruangan, diantaranya Marianto, Basori, Kamto dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Pertemuan dilakukan secara tertutup, media dilarang untuk meliput. Selang beberapa jam kemudian, Camat Kasno keluar dari ruangan, ketika hendak ditanya oleh sejumlah wartawan, dirinya mengelak tergesa-gesa untuk meninggalkan lokasi rapat.

Sementara itu, Marianto perwakilan Komisi I DPRD menyatakan bahwa pertemuan dengan Camat Kasno bersama jajaran terkait dengan dugaan oknum ASN tenggak miras di pendopo Kecamatan Bagor. Terkait bagaimana tindak lanjutnya, ditunggu jawaban minggu depan. "Team pemda BKD, bagian hukum, dan inspektorat hari ini turun kelapangan, minggu depan kita dikasih hasilnya rinci," ungkap Marianto Wakil Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum kepada awak media.(farida)


Rabu, 07 Maret 2018 08:37

Nganjuk, restorasihukum.com - Nasib naas dialami Luar (55) warga Desa/Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Dia tewas mengenaskan setelah ditabrak sepeda motor di jalan umum depan PG. Lestari Patianrowo, Nganjuk.

Kejadian bermula, ketika pengendara sepeda motor bernopol N yang dikendarai Satuan (67) warga Perum Metro, Desa/Kecamatan Tunggorono, Kabupaten Jombang, berjalan dari selatan ke utara dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di TKP, didepanya ada pejalan kaki yang mau menyebrang ke arah timur. Karena jarak sudah terlalu dekat dan tidak bisa menghindar lagi akhirnya terjadilah lakalantas.

Menurut, Kanitlaka Lantas Polres Nganjuk Iptu Roni Andreas membenarkan atas kecelakaan tersebut.  "Memang benar mas, kejadian tersebut dan korban Satuan meninggal dunia di lokasi karena mengalami luka dikepala, memar lebam serta rahang patah. Sedangakan pejalan kaki Luar hanya mengalami luka lecet dikaki kiri." Katanya

Lanjut, "faktor kecelakaan disebabkan Kelalaian pengendara sepeda motor,  kurang hati-hati dan konsentrasi." Tegas Iptu Roni (farida)

Rabu, 07 Maret 2018 08:35

Nganjuk, restorasihukum.com - Berbagai upaya di lakukan dari beberapa Pasangan Calon, baik Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur juga Pasangan Calon Pemimpin Daerah lainnya, untuk menarik simpati masyarakat.

Kali ini, salah satu Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomer urut 1 yaitu Emil Elistianto Dardak, yang berpasangan dengan Calon Gubernur Khofifah Indar Parawangsa, di usung oleh Partai Koalisi (Golkar,Demokrat, Hanura,Nasdem,PAN) beserta rombongan tiba di Kabupaten Nganjuk sekitar pukul 10.00 wib, tepatnya di Pasar Baru Kertosono untuk blakrakan  meninjau perkembangan pasar tersebut, Selasa (06/3/2018).

Acara blusukan tersebut, di ikuti oleh team-team sukses dari berbagai Partai koalisi yang mengusungnya dan juga para relawan. Dia juga mendapat pengamanan yang super ketat, baik dari Kepolisian maupun Koramil. Semua pedagang dan warga sekitar yang ada di pasar menyambut antusias kehadiran Calon Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

Diketahui Emil, sebelumnya menjabat Bupati Trenggalek tersebut menyapa dan menghampiri setiap pedagang serta pengunjung yang ada di pasar. Semua itu dilakukan guna mengenalkan diri dan menampung aspirasi pedagang. Satu persatu warga yang hadir tak luput dari sapaan mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Saat menemui para pedagang Emil menyampaikan bahwa, Pasar Kertosono ini merupakan pasar yang letaknya sangat strategis. "Letak pasar ini berada di tengah tengah antara madiun, kediri dan lamongan." ujarnya.

Disisi lain ketika Emil menanyakan bagaimana kondisi pasar yang baru ini. Salah salah satu pedagang, Mujib mengatakan. "Sebenarnya gak kayak di pasar lama yang beberapa bulan lalu terbakar, tapi ya gimana lagi, kita menurut Pemerintah saja walau penghasilan kami agak berkurang. Kami berharap agar pasar yang lama di bangun lagi dan bisa kembali ke Pasar yang lama lagi nantinya," terangnya.

Emil memberikan jawaban, bahwa apabila nanti terpilih menjadi Calon Gubernur Jawa Timur, pihaknya akan membahas masalah tersebut dan akan lebih mempertimbangkan tentang perekonomian rakyat, khususnya para pedagang pasar Kertosono. "Kita akan upayakan semaksimal mungkin untuk penataan pasar Kertosono nanti, toh kalau orang Jawa mengatakan, mungkin pulungnya pasar Kertosono ada di pasar yang lama jadi kita akan bangun lagi nantinya," tegas Emil.(farida)

Rabu, 07 Maret 2018 07:04

Pasuruan, restorasihukum.com - Kecelakaan terjadi di simpang empat Tol taman dayu, kecamatan Pandaan,  kabupaten Pasuruan,  Selasa,  (06/03/18) sekitar pukul 07.40 wib antara sepeda dengan mobil box bermuatan barang pecah belah. Diduga tukang ojek menerobos lampu merah dan akhirnya menabrak mobil box dari arah by pass Pandaan.

             Akibat kecelakaan tersebut Seorang wanita penumpang ojek tewas seketika setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak mobil box dan kepalanya terbentur jalan akibat terjatuh dari motor. Sedangkan tukang ojek hanya mengalami luka ringan.

             Kanit Lantas Pandaan, IPTU Saiful Anam mengatakan, kejadian berawal ketika pengendara motor Honda Revo nopol N-3805-TCR yang dikendarai oleh Ariadi (58) Asal Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan berjalan dari arah Pandaan ke Malang sekitar pukul 07.40 Wib. 

             "Saat itu lampu lalu lintas sudah menyala merah, namun motor tetap melaju menerobos lampu tersebut. Dari arah barat-timur lampu menyala hijau, melaju mobil box nopol N-8051-KC, dikemudikan oleh Subakir (50) Asal Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan," terang Saiful.

              Diduga, pengendara motor menabrak mobil box tersebut, lalu motornya oleng, dan penumpang terlempar sejauh 3 meter dari lokasi kejadian.

             “Pengendara motor kurang berhati-hati dan mengakibatkan korban meninggal dunia setelah terjatuh dari motor dan kepalanya terbentur jalan” tutur Saiful Anam kepada media restorasihukum.com.

               Diketahui, korban meninggal dunia bernama Ratimah. Ia mengalami luka robek di kepala bagian belakang setelah terbentur aspal dan jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Brimob Watukosek.

               Sementara itu, sepeda motor  mengalami kerusakan pada bagian depan. Dan kendaraan mobil mengalami kerusakan body box samping kiri. Saat ini kecelakaan ini masih diselidiki Polsek Pandaan, Kabupaten Pasuruan. (sy)