Sumur Tua Keluarkan Semburan Minyak

0
13

Bojonegoro restorasihukum.coom –Terkait dengan terjadinya Sumur minyak tua D.02-Kedewan di kawasan Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, yang mengalami semburan liar (Blow Out) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro mengirim surat kepada Kementrian Lingkungan Hidup RI

          Sumur minyak tua yang berada di tengah hutan itu menyemburkan minyak mentah bercampur lumpur, gas, dan air dengan ketinggian hingga dua puluh meter.

          Sekelompok penambang tradisional yang mengoperasikan sumur tua tersebut lantaran baru selesai dibor oleh PT Cepu Sakti Energi (CSE) dan memasuki tahap percobaan. Sumur tua tersebut merupakan wilayah kerja pertambangan Pertamina Asset 4 Field Cepu.

          Sementara untuk pengeboran sumur D-02 tersebut dikelola oleh Koperasi unit Desa (KUD) Usaha Jaya Bersama (UJB) dan dilakukan oleh kelompok penambang atas nama Jarman dan 20 orang rekannya.

          Tedjo Sukmono,Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, mengatakan, surat bernomor 660/207.412/2014 yang dikirim ke Kementerin Lingkungan Hidup itu untuk meminta arahan penyelesaian permasalahan semburan liar yang terjadi di sumur tua.

          Sumur tua yang blow out tersebut menyemburkan gas, air formasi, pasir dan lumpur serta tercium kuat bau minyak, hal itu bisa merusak lingkungan karena material air formasi dengan salinitas tinggi dan kandungan hidrokarbon langsung mengalir ke saluran air.

         Tedjo Sukmono menegaskan, pada tahun 2014 saja peristiwa blow out sudah terjadi sebanyak tiga kali.”Jelas nyata-nyata mencemari dan merusak lingkungan,” terangnya, seperti yang tertulis dalam surat yang akan diajukan kepada Kementrian Lingkungan Hidup RI tersebut.

         Wiilayah kerja petambangan (WKP) dari KKKS Pertamina EP Asset 4 Field Cepu di Kecamatan Kedewan dan Malo itu pengelolaannya dikerjasamakan KUD dengan pihak lain. Kondisi KUD ini mengundang investor dan kelompok penambang dengan melakukan pengeboran baru maupun pendalaman sumur.

         Aktivitas pengeboran baru dan pendalaman sumur ini, lanjut dia, menyalahi ketentuan Pasal 1 angka 2 Permen ESDM nomor 1 tahun 2008 karena yang dimaksud sumur tua adalah sumur yang dibor tahun 1970 atau sebelumnya.

         Jarman,Ketua kelompok penambang sumur tradisional D.02-Kedewan, mengatakan blow out itu terjadi setelah para penambang berusaha menarik seling untuk mengambil kandungan minyak mentah atau biasa disebut lantung di bawah tanah.

         Pada saat itu, seling dan pancing yang dipakai untuk mengambil minyak ikut tertarik keluar bersama munculnya semburan.Belum menghasilkan minyak seling penarik  juga ikut terputus karena tekanan semburan material dari dalam perut bumi begitu kuat

         Seperti yang di ungkapkan Jarman, upaya pengendalian dan pembersihan sumur itu sepenuhnya diserahkan kepada PT CSE selaku kontraktor lapangan. Namun, biasanya semburan liar dibiarkan reda dengan sendirinya seperti sumur minyak tua lain yang pernah mengalami semburan liar beberapa waktu lalu.

         Di ketahui jika melihat semburan tersebut di perkirakan satu minggu bisa normal kembali.Kedalaman sumur ini memiliki kedalaman hingga 450 meter, untuk mencapai titik tersebut dilakukan selama kurang lebih satu bulan

         Hingga saat ini sumur ini masih mengeluarkan semburan lumpur yang mengalir deras dan besarnya tekanan material cair yang keluar dari sumur tua itu membuat lumpur minyak mentah mengalir deras hingga ke wilayah sekitar hutan.

         Sumur tua D 67 di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan sebelumnya juga menyemburkan minyak bercampur lumpur.

         Kandungan dalam semburan itu menurut penelitian Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro mengatakan hanya berupa lumpur, air, pasir, dan minyak.

         Sumur minyak tua di kawasan Kedewan dan Malo ini merupakan sumur minyak peninggalan Belanda. Saat ini produksi minyak mentah sumur-sumur tua Kedewan dan Malo itu hanya sekitar 280 barel per hari dari 250 sumur tua yang ada.

         Sumur minyak tradisional ini berada di daerah perbukitan dan kawasan hutan di sebelah utara Sungai Bengawan Solo wilayah Bojonegoro.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here