Tiga Penjual Wanita Di Tangkap Polrestabes Surabaya

0
11

Surabaya restorasihukum.com – Tiga orang tersangka jual wanita yakni Alex (51), Wati (50), dan Lena (53), berhasil ditangkap petugas Satreskrim Polrestabes Surabaya.

   Menurut laporan tiga tersangka itu menjual lima wanita asal Surabaya Barat dijual ke pria hidung belang di Batam, yaitu DL (28) YN (21), DS (24), DN (30), dan CD (24).

   Alex dan Wati adalah pasangan suami-istri sedang Lena kakak dari Alex, yang ketiganya mempunyai peran berbeda, Lena bertugas mencari korban, sedangkan Alex dan Wati bagian mencari tiket dan mengantar korban ke Bandara Juanda.

  Seperti kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sumaryono, Jumat, mengatakan,Tersangka memiliki alasan untuk membujuk korban agar berangkat ke Batam.

   Dengan gaji  Rp 10 juta per bulan, Lena menawarkan kerja di karaoke di Batam untuk mendapatkan korbannya. Tersangka memberi uang muka Rp 5 juta dengan alasab bahwa uang ini digunakan untuk bekal keluarga di Surabaya, sebelum di berangkatkan ke Batam.

   Korban ditempatkan di asrama selama sebulan, sebelum di berangkatkan ke Batam, dan setelah berada di Batam, para korban tidak dipekerjakan sesuai kesepakatan awal, namun mereka Justru dipaksa melayani semua permintaan customer karaoke. Mereka bahkan tidak digaji sesuai janji semula.

   Menurut informasi dari salah satu korban, pria hidung belang yang ingin menggunakan jasa para korban dipatok tarif bervariasi. Bila hanya menenami bernyanyi, pria hidung belang cukup membayar Rp 500 ribu.

   Dan bila korban di ajak jalan-jalan tarifnya berubah menjadi Rp 750.000, dan bila sampai menemani tidur,koran akan di bayar sebesar Rp 2 juta.

   Perdagangan manusia ini terbongkar setelah empat korban, yaitu DL, DS, DN, dan CD berhasil melarikan diri.Setelah mendapat kiriman uang dari saudaranya empat korban ini bisa pulang.

   Sampai di Surabaya dua korban, DS dan DL langsung lapor ke Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Surabaya. Bappemas kemudian mendampingi dua korban ini lapor ke Mapolrestabes.

   Sementara itu Lena membantah jika dirinya memaksa para korban berangkat ke Batam. Dia menyebut korban berangkat ke Batam atas keinginannya sendiri. Lena bahkan menyebutkan seorang korban sempat datang ke rumahnya dan minta agar dicarikan kerja.

   Karena tek dihiraukan seorang korban itu kembali datang ke rumahnya beberapa hari kemudian. Kali ini korban datang bersama dua temannya, dan lagi-lagi korban minta agar dicarikan kerja. Lena pun menawarkan korban bekerja di karaoke di Batam,korbanpun menyatakan dirinya mau dan setuju.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here