Truk Modifikasi Tangki, Untuk Timbun Solar

0
7

Malang restorasihukum.com – Seolah menjadi modus baru, kawanan penimbun solar ini. Salah satunya, truk N 9796 UT bak warna merah yang dimodifikasi tangkinya, Kamis (11/9) siang dihentikan anggota Buru Sergap Reskrim Polres Malang di wilayah Sumberpucung. Sopir M Soleh (24) warga Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan ditetapkan tersangka dan kernet inisial MR menjadi saksi.

      Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari seorang warga yang curiga dengan aktifitas truk mondar-mandir masuk SPBU. Seolah “minum” solar, truk tersebut mampir SPBU usai isi tangki di Sumberpucung dan di SPBU lainnya.

      Informasi itu langsung diselidiki anggota jajaran Reskrim Polres Malang. Laju truk dibuntuti sejumlah anggota Buser. Di seputaran jalan wilayah Sumberpucung, truk dihadang dan diperiksa petugas. Hasilnya, sopir tidak dapat menunjukkan STNK dan hanya memiliki buku KIR. Diteliti seksama petugas, mulanya sekilas seperti truk biasa. Saat dinaiki dan dibuka muatan tengah terdapat, potongan kardus mencurigakan. Tidak mudah percaya kebenaran muatan potongan kardus, disingkaplah sebagian muatan di sisi tengah. Alhasil ditemukanlah tangki ukuran besar dengan muatan 5000 liter. Adapula mesin pompa.

      Saat isi solar di SPBU, truk menyedot 100 literan solar. Truk kemudian berhenti di SPBU lain untuk mengisi solar kembali sampai penuh.  “Saat kami amankan, terdapat 700 liter solar subsidi di dalam tangki di bak truk, ” urai Wahyu kepada wartawan dalam rilis pers kemarin sore.

      Berdasar pemeriksaan Wahyu, tersangka mengaku bila solar nantinya dijual untuk“keperluan industri” di Kabupaten Pasuruan. Didapat keterangan pula, tersangka menjual harga solar subsidi di bawah pasaran. Mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini menambahkan jika pihaknya tengah mendalami dan menyelidiki keterlibatan pemodal bisnis ilegal itu. “Kegiatan tersangka melanggar Undang-Undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, Pasal 55. Ancaman hukumannya 6 tahun kurungan penjara, ” terang Wahyu, Jumat (12/9) siang. “Kita cari pemodalnya, “ tambah Wahyu.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here