”VCD/DVD Bajakan Di Jual Bebas“ Di Mall–Mall Surabaya

0
25

Surabaya, restorasihukum.com – Maraknya penjual DVD/VCD bajakan masih menjamur di mall–mall Kota Surabaya, khususnya PTC, GALAXI MALL, ITC, ROYAL, CITO, GIANT MARGOREJO, JMP, BG JUNGTION.

     Dari pantauan Restorasi Hukum Nasional (RHN), Dengan cara menawarkan DVD/VCD ke setiap pengunjung yang melintas, harga bervariasi antara Rp.3000, Rp.6000, sampai dengan Rp.8000, perkepingnya, padahal harga resmi vcd/dvd tersebut Rp.25.000 sampai Rp.30.000 perkeping.

     Ketika tim investigasi turun ke lapangan tepatnya di ITC MALL Surabaya Lantai 3, mendatangi salah satu Stand D milik Robert, Stand CINEMATRIX milik David Obama (Pasar Atum Lantai 3), Stand Grobal milik Jonathan (Pasar Atum Lantai 3), dan lainnya…, memang benar adanya banyak kepingan VCD/DVD yang dijual bebas.

       Maraknya penjualan vcd/dvd bajakan menjadi kebisaan, begitu pula pedagang yang memahami, bahwa tindakan itu sudah jelas melanggar UU (undang undang) Hak Cipta No.19 Tahun 2002, pasal 72 ayat 1 dan 2 menjelaskan, “barang siapa dengan sengaja menyiarkan dan memamerkan bahkan mengedarkan atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaraan hak cipta atau terkait pada ayat 1 dan 2, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 500 juta”.

     Sudah jelas disebutkan dalam pasal tersebut, akan tetapi  produsen atau aktor intelektual beserta kroni-kroninya berperan sebagai orang yang memproduksi vcd/dvd bajakan, bahkan ironisnya lagi sudah ada jaringan atau oknum yang mengatur penjualan vcd/dvd bajakan secara terorganisir dan dijadikan pundi pundi untuk mendapatkan yang biasa disebut UPETI.

       Dan apabila ada pedagang yang keluar dari jalur tersebut, akan dijadikan bulan bulanan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Saya ini korban mas, karena saya tidak mengikuti aturan yang dibuat para oknum tersebut, saya dilarang berjualan DVD maupun VCD di tempat tersebut, padahal apa yang saya jual sama saja dengan milik para pedagang seperti saya ini mas, dan lagi kalau ada razia, yang dirazia hanya pedagang yang tidak sepaham dengan para oknum.” ungkap salah satu pedagang yang merasa keberatan untuk memberikan upeti pada oknum.    (Agp/Iwn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here