Warga Baujeng Demo Dan Blokade Jalan Utama Pandaan-Bangil

0
49

Pasuruan, restorasihukum.com – Tidak adanya penanganan limbah yang tidak kunjung selesai yang disebabkan oleh limbah industri, yang melewati aliran sungai desa Baujeng dan 4 desa lainnya yang terdampak, yang mengakibatkan kerugian serta keluhan. Membuat ratusan warga desa Baujeng, Ngembe, Kenep, Sidowayah dan Gunungsari kecamatan Beji, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur gelar aksi demo dijalan utama Bangil-Pandaan tepatnya depan kantor desa sampai dam tanggul, (10/19).


Aksi demo tersebut dimulai pukul 07.00 wib. Pendemo memblokade jalan utama Pandaan-Bangil dengan membakar sejumlah ban bekas di hampir beberapa titik.


Hartono, salah satu pendemo warga desa Baujeng mengatakan, jika aksi ini sebagai bentuk protes terhadap perusahaan yang sengaja membuang limbahnya ke aliran sungai yang menyebabkan sesak nafas dan sumur warga desa Baujeng tercemar.


“Demo ini, merupakan kali kedua dilakukan oleh warga desa Baujeng. Pertama, warga unjukrasa ke perusahaan PT CS2 Pola Sehat hasilnya, pihak perusahaan cuma 3 bulan tidak buang limbahnya ke sungai. Setelah itu, terulang lagi, sampai sekarang, sehingga warga sesak nafas mencium bau busuk dari limbah tersebut. Tidak hanya itu, sumur warga tercemar dan tidak bisa di gunakan. Akhirnya, hari ini warga Baujeng beserta desa lain yang terdampak gelar demo besar -besaran dengan turun kejalan dan memblokade jalan Pandaan-bangil,” ungkapnya pada media restorasihukum.com, (7/10/19).


Lanjut hartono, para pendemo sengaja memblokade jalan dan membakar ban, agar pemerintah bisa membantu menyelesaikan persoalan limbah ini.


“Aksi kali ini memang gak demo ke perusahan, melainkan turun ke jalan dengan memblokir dengan membakar ban. Dengan tujuan, pemerintah melihat dan membantu menyelesaikan masalah ini,” tuturnya.


Ia menambahkan, warga juga lakukan orasi depan kantor desa Baujeng, sambil menunggu hasil Mediasi antara pemerintah desa dengan pihak perusahaan. 


“Warga orasi dengan meneriakkan berbagai tuntutan, depan kantor desa Baujeng sambil menunggu hasil mediasi antara pemerintah desa dengan pihak perusahaan,” pungkasnya.


Akhirnya, sekitar pukul 13.00 wib, mediasi selesai. Salah satu hasilnya, pihak perusahaan selama 2 bulan tidakboleh membuang limbahya ke sungai. Bersama itu, para pendemo membubarkan diri dengan memadamkan dan membersihkan sisa pembakaran ban ditengah jalan.


Setelah itu, jalan Pandaan-Bangil di buka dan arus mulai normal kembali, meski masih terium asap, bekas sisa pembakaran ban. (sy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here