Bocah SD Di Perkosa 4 Pelajar SMP

0
256

Sampang, restorasihukum.com – Sungguh tragis empat remaja yang masih duduk di bangku SMP di Sampang, Jawa Timur tega memperkosa gadis yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

     Saat di konfirmasi, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Hari Rejasa, mengatakan, ketiga pelaku sudah ditahan dan petugas menyita barang bukti pakaian milik korban, dan satu buah minuman yang dicampuri serbuk putih saat hendak menyetubuhi korban. “Sekarang kami masih memburu tersangka HI, yang diduga ikut memperkosa korban,” papar Hari.

     Menurut Hari, ketiga pelaku itu yang masih dimintai keterangan, BI (15), warga Dusun Besabe, Desa Bringin dan LI (15), warga Dusun Duko, Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Sampang.

     Kemudian tersangka JI (15), warga Dusun Sumbawa Desa, Nyeloh Kecamatan Kedungdung, Sampang.

     Sementara kasus perkosaan terhadap Bunga (samaran) berasal dari Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Sampang ini barawal saat itu, usai magrib tersangka JI mengendarai sepeda motor datang ke rumah korban. Lalu JI mengajak korban pergi jalan-jalan. Karena korban dan JI sudah kenal baik, korban mau diajak pergi.

     Di tengah perjalanan, dengan mengendarai dua sepea motor, ketiga tersangka membuntuti dari belakang. Kemudian ketika melintas di persawahan, JI menghentikan sepeda motornya dan menurunkan korban di pinggir jalan.

     Selanjutnya ke empat pelaku itu, tanpa menaruh belas kasihan langsung memaksa korban melayani nafsu bejadnya secara bergantian, meski korban memohon agar diantar pulang dan minta tidak dinodai,.

     Setelah puas, orban diantar pulang. Saat itulah dengan terisak, korban mengadu kepada orang tuanya, jika korban baru saja diperkosa empat pemuda di pinggir sawah.

     Selanjutnya kedua orang tua korban melapor ke Polsek Tamblengan, Sampang dengan berbekal pengakuan anaknya.

     Dan kini tiga dari empat pelaku pencabulan itu ditangkap dan ditahan di Polres Sampang, (msw)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here