Kurangnya Perhatian Masyarakat Akibatkan Spesies Flora Dan Fauna Nusnah

0
149

Malang, restorasihukum.com – Kian banyaknya spesies flora dan fauna yang musnah, ini diakibatkan karena kurangnya penghargaan masyarakat di Tanah Air terhadap spesies tersebut.

     Hal ini dikemukakan oleh Pakar Ilmu Imunologi Universitas Brawijaya Malang Prof Muhaimin Rifa’i. Ia mengatakan bahwa,”Banyak spesies flora dan fauna yang hingga kini belum banyak diketahui manfaatnya oleh  masyarakat Indonesia. Karena banyak nya manfaat yang tidak diketahui itulah yang menjadi penyebab kurangnya penghargaan terhadap spesies itu”.

     Muhaimin berpendapat, saat ini masyarakat terkesan meremehkan berbagai macam spesies flora dan fauna yang banyak dijumpai di Indonesia yang sebenarnya banyak sekali manfaatnya.

     Hal itu disebabkan disebabkan karena pola pemikiran barat yang lebih mengandalkan obat sebagai solusi penyembuhan penyakit. Dunia barat telah menanamkan pemikiran bahwa sebuah penyakit bisa disembuhkan dengan obat, radiasi atau operasi, namun sebaliknya, dunia timur beranggapan bahwa penyakit tidak berkembang pada diri manusia jika homeostatis dalam keadaan normal, sehingga arah pengobatan lebih terfokus untuk memperbaiki sistem imunitas atau kekebalan tubuh.

     Dalam hal ini dengan didukung banyaknya diversitas flora dan fauna Indonesia, guru besar ke-217 Universitas Brawijaya (UB) itu sependapat dengan golongan timur yang menjadikan imunitas sebagai solusi penyembuhan penyakit.

    “traditional medicine” dari jenis flora, seperti kunyit, jahe, temu lawak, smbiloto dan jenis fauna seperti ikan gabus, tupai, bekicot, dan tripang, menurut Muhaimin mampu menjadi obat dari sebuah penyakit.

     Namun, berbagai diversitas tumbuhan dan tanaman di Tanah Air hingga saat ini belum begitu banyak diketahui manfaatnya oleh masyarakat Indonesia padahal sebenarnya flora dan fauna di Indonesia mempunyai manfaat untuk meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh.

     Imunitas pada hakekatnya adalah mesin penghancur bagi antigen-patogen dan eliminator sel tumor maupun kanker.

     Dimana sistem imunitas itu sendiri dapat dioptimalkan dengan cara pemenuhan gizi yang tepat dan juga stimulasi sel-sel yang terlibat didalamnya dengan traditional medicine baik, dari golongan flora maupun fauna.

     Untuk itu Muhaimin mengajak para peneliti dan mahasiswa untuk terus melakukan inovasi dan ekspolasi agar segera diperoleh hasil penelitian yang bermanfaat bagi kesejahteraan manusia.

     “Saya berkeinginan UB bisa menjadi kiblat nasional, bahkan internasional bagi penelitian dan pengembangan traditional medicine,” jelasnya. (af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here