Bondowoso, restorasihukum.com – Sebuah makam bernilai sejarah yang di duga merupakan makam seorang raja di Kalimantan Selatan, ditemukan di Kelurahan Badean Kecamatan Kota Bondowoso.
Kepala Dinas Parporahub, Sigit Purnomo, mengatakan, “Makam itu baru diketahui milik seorang raja setelah melalui penelusuran panjang pihak keluarga”.
Penemuan makam ini, menurut Sigit menyusul adanya surat tembusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menelusuri keberadaan makam raja tersebut. “Setelah kami telusuri selama hampir sepekan, ternyata makam itu berada di sebuah pemakaman umum di Kelurahan Badean,” terangnya.
Setelah makan ini di temukan, Direktur Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Budaya, Endjat Djanuderajat, akhirnya datang berkunjung ke Bondowoso untuk memastikan keberadaan makam raja tersebut.
Tak ada yang istimewa pada makam raja yang berada di tengah permukiman warga tersebut. Pusaranya hanya berbahan beton biasa. Pada batu nisannya hanya terdapat lafadz bertuliskan huruf Arab.
Sementara di kanan kiri dan sekitar makam sang raja juga terdapat beberapa makam yang konon merupakan makam istri, anak, serta makam beberapa anggota keluarga lainnya.
Menurut informasi yang di dapat, Aji Pangeran Koesoemanegara merupakan seorang raja di daerah Tjantung, sekarang Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Aji Pangeran Koesoemanegara akhirnya tutup usia di Bondowoso tanggal 17 Muharam 1348 H atau 25 Juni 1929. Dia kemudian dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Badean.
Karena dianggap makar dengan ikut membantu Goesti Arsyad/Sultan Moh Seman dalam perang melawan penjajahan Belanda. Sekitar tahun 1890 kemudian diasingkan ke Bondowoso melalui Pelabuhan Panarukan, bersama istri, beberapa putranya, serta sejumlah pengikutnya. (pat)










