Peletakan Batu Pertama: Simbol Toleransi dan Persaudaraan Antarumat Beragama

0
88

Bandung, restorasihukum.com – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah non-Muslim di kawasan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (13/11/2025).

Agenda tersebut menjadi penanda kuat komitmen Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam meneguhkan nilai toleransi serta kebhinekaan di lingkungan pendidikan, khususnya di Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, Pejabat Utama Mabes Polri dan Polda Jabar, unsur Forkopimda Kabupaten Bogor, serta tokoh lintas agama dan masyarakat setempat. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol kolaborasi dan persatuan di tengah keberagaman.

Pembangunan empat rumah ibadah dilakukan secara bersamaan, terdiri dari Gereja Protestan dan Gereja Katolik masing-masing seluas 90 meter persegi, serta Vihara dan Pura yang dibangun dengan luas 36 meter persegi.

Peletakan batu pertama melibatkan langsung Wakapolri bersama para tokoh lintas agama sebagai penegasan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa.

Di momen yang sama, Wakapolri juga meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda yang berdiri di atas lahan 4.854 meter persegi, dengan bangunan seluas 1.761 meter persegi dan mampu menampung hingga 976 jamaah.

“Pembangunan berbagai rumah ibadah di satu kawasan pendidikan ini menjadi cara kita menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan sejak dini. Keberagaman harus menjadi kekuatan bangsa,” ujar Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo.

Sekitar 180 undangan hadir dalam kegiatan tersebut, yang turut dirangkaikan dengan bakti sosial dan pemberian santunan bagi anak yatim serta warga sekitar sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur atas perkembangan pembangunan sekolah.

Melalui langkah ini, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan berkarakter Bhayangkara yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here