Pembinaan Hakim Angkatan IX: Penguatan Integritas dan Profesionalisme di Pengadilan Tinggi Padang

0
69

Padang, restorasihukum.com – Ketua Pengadilan Tinggi Padang, Dr. Budi Santoso, S.H., M.H., mengajak para hakim untuk senantiasa mendukung kebijakan positif pimpinan Pengadilan Negeri sebagai bagian dari komitmen membangun integritas peradilan.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Hakim Angkatan IX Peradilan Umum untuk wilayah hukum Sumatera Barat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Batusangkar. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Padang, Dr. Budi Santoso dan Dr. Joni, S.H., M.H.

Dalam arahannya, Dr. Budi Santoso mengingatkan pentingnya integritas, bukan hanya sebagai prinsip pribadi, tetapi sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Integritas mungkin tidak memberi keuntungan langsung hari ini, tetapi akan dinikmati oleh generasi setelah kita. Bisa jadi hari ini kita menikmati buah integritas orang tua kita dahulu,” ungkapnya.

Ia juga mengisahkan teladan dari Ibnu Umar dan seorang gembala, sebagai gambaran integritas sejati meskipun tanpa pengawasan manusia, karena keyakinan akan pengawasan Tuhan.

Dr. Budi menekankan pentingnya pengamalan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, serta perlunya pembekalan berkelanjutan agar para hakim siap secara mental dan moral menghadapi perkara kompleks.

“Lebih baik mandi keringat di latihan, daripada mandi darah di medan perang,” ujarnya penuh semangat, mendorong para hakim muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Sementara itu, Wakil Ketua PT Padang, Dr. Joni, mengingatkan bahwa menjadi hakim adalah panggilan dan amanah Ilahi, yang menuntut lebih dari sekadar kecerdasan.

“Menjadi hakim di Sumatera Barat memiliki tantangan tersendiri karena keberagaman budaya dan bahasa. Maka berdiskusilah, saling belajar, dan jadikan profesi ini sebagai ibadah,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap baik di dalam maupun di luar tugas kedinasan.

Di penghujung kegiatan, Dr. Budi Santoso menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya hidup sederhana.

“Bersahaja bukan berarti miskin. Profesi hakim bukan untuk menjadi kaya, tetapi untuk menjadi mulia,” tegasnya, menutup kegiatan dengan penekanan pada makna luhur profesi hakim.

Kegiatan ini dihadiri secara langsung dan daring oleh Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri se-wilayah hukum PT Padang, serta seluruh hakim Angkatan IX dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Suasana pembinaan berlangsung tertib dan penuh semangat, mencerminkan komitmen tinggi para hakim dalam menjaga martabat profesi dan mewujudkan peradilan yang berintegritas di Indonesia. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here