Jakarta, restorasihukum.com – Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Alif Kamal, mengutuk keras dugaan penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Menurut Alif, tindakan kekerasan tersebut merupakan perbuatan tidak manusiawi yang mencederai ruang demokrasi. Ia juga mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas peristiwa tersebut secara serius dan transparan.
“Kami mengutuk keras dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. Kepolisian harus segera mengusut kejadian ini secara serius dan transparan,” ujar Alif dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menilai tindakan kekerasan semacam itu berpotensi memperkeruh situasi publik, terlebih di tengah upaya pemerintah yang saat ini fokus menjalankan berbagai program kerakyatan.
Menurutnya, peristiwa tersebut dapat memancing berbagai spekulasi di tengah masyarakat apabila tidak segera ditangani secara cepat dan jelas oleh aparat penegak hukum.
“Peristiwa seperti ini bisa menjadi upaya memancing di air keruh di tengah semangat pemerintah yang terus melaksanakan berbagai program kerakyatan. Karena itu, aparat kepolisian harus bergerak cepat agar tidak berkembang berbagai spekulasi,” katanya.
Alif juga menegaskan bahwa pengusutan secara transparan penting dilakukan untuk mencegah munculnya opini liar di masyarakat, khususnya terkait dugaan pembungkaman terhadap suara kritis dari kalangan aktivis.
“Agar tidak muncul opini liar bahwa ada pembungkaman terhadap suara-suara aktivis, maka pihak kepolisian harus mengusut tuntas kejadian ini hingga pelaku dan motifnya jelas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam berbagai kesempatan pemerintah justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dari kelompok masyarakat sipil. Menurutnya, pemerintah berupaya merangkul kelompok-kelompok yang kritis guna menjaga keseimbangan dalam proses pemerintahan.
“Pemerintah terus merangkul kelompok-kelompok yang bersuara kritis agar jalannya pemerintahan tetap berimbang dan responsif terhadap aspirasi masyarakat,” tuturnya.(Red)












