Gunungsitoli,restorasihukum.com – Kondisi jalan laria Dusun 1 dan Dusun 2 Di Desa Bawodesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Tampak rusak parah akibat galian tambang C yang diduga ilegal pada proyek tanah timbun yang digunakan di lokasi PLTG 25 MW Idanoi, Kota Gunungsitoli, Nias – Sumatera Utara.
Dampaknya kondisi jalan tersebut berimbas kepada warga Desa Bawadesolo yang sehari – harinya melintasi jalan tersebut. Selain dapat menganggu kesehatan masyarakat juga kerap menyulitkan siswa – siswi untuk mencari pendidikan.
“Setiap hari bang kami harus menghirup udara abu kotor. Kalau hujan jalan becek dan tergenang air dan anak – anak kami selalu kesulitan melewati bahkan sampe tak sekolah.”. Ucap beberapa warga sekitar yang meminta namanya tidak ditulis dalam pemberitaan. Sabtu (25/11/2017).
Dengan nada kesal, Warga juga menyampaikan bahwa pelaksana proyek galian C itu tidak memperhatikan volume muatan, bahkan tidak melakukan pembersihan serta penyisipan disepanjang jalan tersebut. Sehingga sejumlah pengendara kendaraan sering mengalami kecelakaan.
“Kami sangat marah sekali pak atas kondisi jalan rusak di Bawodesolo ini.”. Tandas mereka
Sementara Kepala Desa Bawodesolo, Triswan Larosa. SE, Kepada wartawan memberitahu bahwa sebelumnya jalan ini beberapa kali diaspal dibiayai oleh Dana DPDK di Pemerintahan Desa Bawodesolo dan yang terakhir dibangun oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli pada Tahun 2015 dari dana APBD Kota Gunungsitoli. Sabtu (25/11).
“Banyak uang negara yang dipakai membangun jalan ini. Tapi rusak karena setiap hari dilintasi mobil truck besar bermuatan banyak.”. Ucapnya.
Triswan meminta kepada pemilik proyek timbunan galian C dan manajemen PLTG Idanoi supaya bertanggung jawab atas kerusakan jalan di Bawadesolo. Dia juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pemberitahuan kepada Pemerintah Desa atas adanya aktifitas proyek yang membuat jalan desa rusak parah bahkan aktifitas ekonomi warga terhambat.
“Jalan ini dilalui setiap hari oleh siswa – siswi SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi, Guru, Pegawai Kantor UPTD Dinas Pendidikan Kec. Gunungsitoli Idanoi, dan juga masyarakat Desa yang berobat di Poskesdes. Kasihan mereka.”. Ujarnya. (al)










