Antisipasi Modus Kejahatan Siber Wamendagri Gandeng Asosiasi Auditor Forensik

0
13

Jakarta, restorasihukum.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyoroti urgensi penguatan peran auditor forensik sebagai garda terdepan dalam mencegah sekaligus memberantas tindak pidana korupsi di tengah pesatnya disrupsi teknologi. Arahan strategis ini ditegaskan Wiyagus saat mewakili Menteri Dalam Negeri dalam Seminar Nasional Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) 2026 di Auditorium Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara BPK RI di Jakarta pada Rabu (21/10/2026).

Wamendagri memaparkan bahwa era digitalisasi menghadirkan pedang bermata dua bagi tata kelola pemerintahan. Meskipun teknologi mampu mengakselerasi layanan publik dan memperkuat transparansi melalui integrasi data, perkembangan ini juga memicu transformasi kejahatan kerah putih yang semakin kompleks. Transformasi modus operandi kecurangan keuangan daerah yang kini merambah ekosistem siber menuntut para auditor forensik untuk terus memutakhirkan kapasitas investigatifnya dalam mendeteksi manipulasi data, penyelewengan aset, hingga penipuan berbasis kecerdasan buatan.

Menghadapi ancaman kejahatan digital tersebut, Kemendagri mendorong AAFI untuk tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Kolaborasi pengawasan ini sejalan dengan penjabaran visi Asta Cita ketujuh Presiden yang berfokus pada reformasi birokrasi, penegakan hukum, serta pencegahan korupsi. Wiyagus berharap wadah AAFI mampu memfasilitasi transfer pengetahuan antara auditor ASN, purnatugas, hingga profesional independen guna merumuskan formulasi pencegahan yang presisi.

 

Lebih dari sekadar kompetensi teknis dan kemampuan adaptasi digital, Wiyagus menekankan bahwa fondasi utama yang wajib dipegang teguh oleh setiap auditor forensik adalah integritas. Ketangguhan dalam menghadapi intervensi serta tekanan di lapangan hanya bisa dijaga apabila para auditor memiliki moralitas yang kokoh guna mempertahankan kepercayaan publik. Agenda strategis ini turut dikawal oleh kehadiran tokoh-tokoh kunci, di antaranya Ketua BPK sekaligus Ketua Dewan Pembina AAFI Isma Yatun, Ketua KPK Setyo Budiyanto, serta Ketua Umum AAFI Endar Priantoro. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here