Jakarta, restorasihukum.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa berkekuatan 4,8 dalam skala richter yang mengguncang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang.
“Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi kali ini merupakan gempa bumi dengan kedalaman dangkal akibat aktivitas patahan lokal di sekitar daerah subduksi Selatan Jawa,” tutur Kepala BMKG wilayah II Joko Siswanto dikutip Antara, Senin 20 Februari 2017.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 22.39 WIB. Gempa terjadi dengan episenter terletak pada koordinat 8.08 Lintang Selatan dan 108.01 Bujur Timur.
“Tepatnya pada jarak 49 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer,” kata Joko.
Joko mnambahkn, dampak gempa bumi kali ini berupa guncangan yang dirasakan di daerah Garut, Banjar, dan Tasikmalaya dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau III-IV “Modified Mercalli Intensity” (MMI). Hasil pemantauan BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan.
“Untuk itu kepada masyarakat di daerah pesisir selatan Jawa Barat dihimbau agar tetap tenang, karena gempa bum kali ini tidak berpotensi tsunami,”ujar Joko. (ad/rd)








