Banyuwangi restorasihukum.com – Pameran Akuntabilitas Publik sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan pemerintah daerah di depan Taman Sayu Wiwit, di gelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, salah satu ruang terbuka hijau di Banyuwangi yang juga tepat berada depan Taman Makam Pahlawan.
Pameran ini di gelar juga sekaligus untuk memperingati Hari Antikorupsi Internasional. Juang Pribadi, Kepala Bagian Humas Pemkab Banyuwangi mengatakan, pameran tersebut berisi berbagai macam program akuntabilitas, mulai dari perencanaan pembangunan, pengelolaan anggaran, pertanggungjawaban anggaran, hingga program-program layanan publik lainnya.
Termasuk juga ada paparan sistem e-Village Budgeting alias penganggaran program pemerintahan desa berbasis dalam jaringan atau online yang akan diterapkan di Banyuwangi mulai 2015.
Dalam pameran tersebut, masyarakat bisa langsung bertanya apa saja tentang program dan anggaran di Banyuwangi. Telah disiapkan 20 staf lintas dinas untuk memberi penjelasan, di antaranya dari Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, dan beberapa dinas/badan lain.
Juang mengatakan,”Berbagai program yang ada sebenarnya sudah bisa diakses online, mulai dari penganggaran sampai layanan publik. Hanya saja kami bikin acara pameran untuk lebih menyosialisasikannya ke masyarakat. Ini bagian dari akuntabilitas publik yang menjadi pilar pengelolaan pemerintahan, selain transparansi dan partisipatif”.
Disamping itu masyarakat juga diberitahu cara melihat perencanaan anggararan hingga pertanggungjawabannya yang semuanya sudah online. Berbagai peraturan bupati terkait anggaran juga bisa dilihat di lokasi pameran, selain bisa dilihat di website resmi Pemkab Banyuwangi.
Ia menjelaskan, pameran akuntabilitas publik ini ke depan menjadi agenda rutin Pemkab Banyuwangi. Lokasinya juga akan disebar ke kecamatan-kecamatan.
Bukan hanya itu Pemkab Banyuwangi juga mengajak para pelajar sejumlah sekolah untuk mengunjungi pameran itu untuk edukasi terkait pengelolaan pemerintahan. Apalagi di Banyuwangi ada program Siswa Asuh Sebaya (SAS) di mana pelajar dari keluarga mampu mendonasikan dana sukarela ke pelajar dari keluarga yang kurang mampu.
Juang juga memebeberkan, bahwa dana SAS per 2013 sekitar Rp2 miliar. Dananya dikelola sendiri oleh siswa untuk siswa, dan kini sudah menjangkau lebih dari 300 sekolah.
Dengan adanya dan melihat pameran ini, bisa saja nanti para siswa terinspirasi untuk bikin laporan pertanggungjawaban yang bagus dan disampaikan dengan gaya kreatif khas anak muda.(red)








