BONDOWOSO, restorasihukum.com – Dari hasil penelusuran awak Media restorasihukum.com ternyata untuk menambah jumlah produksi kopi, Petani kopi di Bondowoso disarankan untuk mulai membudidayakan kopi dengan sistem agroforesti, yaitu menanam bibit kopi dibawah tanaman tegakan di kawasan hutan.
Pasalnya hal tersebut diungkapkan oleh guru besar DR. Ir. Surip Mawardi, SU, Peneliti utama bidang pemuliaan kopi, saat mengisi materi dalam sarasehan petani kopi di resto Ijen View, Rabu kemarin.
Berbekal ilmu dari Negara India, Ia mencontohkan kepada lebih dari 100 orang petani kopi di Bondowoso yang hadir saat itu, bahwa pengelolaan kopi di kawasan hutan ternyata dapat meningkatkan produktifitas.
Bahkan “Alam saat ini tidak sebaik dulu. Jadi teknologi juga harus berubah, Mengelola kopi di kawasan hutan kelebihannya juga tidak perlu pupuk kimia,” Ujar DR. Surip.
Menanam bibit kopi di bawah naungan dan di lokasi lain yang terbuka. Ternyata pertumbuhan kopi lebih baik di bawah naungan. Hal ini menjawab pertanyaan petani selama ini, yaitu apakah mungkin menanam komoditas yang bisa menghasilkan uang di bawah naungan pohon? Jawabannya adalah bisa, yaitu dengan menanam kopi di sela-sela lorong lantai tanah hutan di bawah naungan pepohonan hutan. Sehingga bisa dilakukan penanaman tanpa harus menebang tanaman lain yang lebih tinggi dari tanaman kopi tersebut.
“Bisa pula di diversifikasi dengan tanaman memanjat seperti lada dan kapulaga. Jadi nanti bisa panen ragam tanaman,” tambahnya.
Sarasehan petani kopi dengan tajuk pengelolaan kopi di kawasan hutan, dibuka secara resmi oleh Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni.
Dalam sambutannya, Bupati Amin terlihat antusias mendukung teknologi baru yang dijabarkan oleh Guru Besar yang saat ini bergabung di “Starbuck” tersebut.
“Bersyukur DR Surip dapat berbagi. Berharap kopi hutan ala Bondowoso kedepannya dapat dikembangkan dan menjadi model bagi pengembangan kopi hutan di Indonesia,” tuturnya.Menurutnya, masyarakat kini semakin akrab dengan semua jenis kopi. Fenomena ini mulai menggerakkan perekonomian masyarakat dengan berjamurnya cafe dan warung kopi.(KIR/SAN)










