Camat Krian : Kami Berharap Krian Jadi Zero Waste

0
238

Sidoarjo, restorasihukum.com – Kecamatan Krian meresmikan 44 bank sampah desa dan satu induk. Dengan bank sampah tersebut, diharapkan Krian menjadi zero waste dan mempelopori gerakan Sidoarjo bebas sampah.

Peresmian itu dilaksanakan di lapangan SMA Al-Islam Krian. Turut hadir Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan serta perwakilan dari 22 desa se-Kecamatan Krian.

Lihat juga : http://rastv.news/galian-c-desa-tulungrejo/

Ketua BKA (Badan Kerja Sama Antar-LKM/BKM) Se-Kecamatan Krian, Slamet Seksono menerangkan, peresmian bank sampah tersebut bekerja sama dengan tim Kotaku (Kota tanpa Kumuh). “Latar belakangnya, masih banyak warga yang asal buang sampah. Tidak ada pengelolaan. Karena itu, harus ada perubahan,” katanya.

Sebelumnya, ada lima bank sampah di tingkat desa. Yakni, Desa Sidorejo, Tempel, Sedengan Mijen, Tropodo dan Sidomulyo. Ditambah satu BSI (bank sampah induk) milik kecamatan. “Di sana, sampah akan dipilah menjadi kering dan basah. Kemudian, BSI akan mengambili sampah kering di setiap bank sampah desa,” tuturnya.

Dari lima desa itu, bisa terkumpul 5 ton sampah kering. Sampah tersebut akan diberikan ke perusahaan yang sudah bekerja sama. Untuk mengambil sampah, BSI hanya memiliki dua truk.

Dengan penambahan bank sampah menjadi 44 unit, pekerjaan akan bertambah. “Perlu kerja keras dan dukungan juga,” tegasnya.

Camat Krian, Agustin Iriani menjelaskan, 44 bank sampah di tiap desa sangat berpengaruh terhadap jumlah sampah yang akan dibawa ke TPA (tempat pembuangan akhir).

“Kami berharap Krian jadi nol sampah atau zero waste,” ujarnya.

politikus PKB, Sullamul Hadi Nurmawan, mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kecamatan Krian. Gerakan pengelolaan sampah melalui bank sampah merupakan terobosan menarik untuk mengurangi volume sampah. “Pengelolaan sampah di tingkat desa saat ini di bawah pengawasan tingkat kecamatan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here