Pasuruan, restorasihukum.com – Dalam rangka gerakan gemar membaca usia dini untuk mewujudkan generasi cerdas, Indonesia maju tahun 2026, pemkab Pasuruan melalui Dinas perpustakaan da kearsipan kabupaten Pasuruan menggelar SRORY TELLING” di desa Manaruwi, kecamatan Bangil, kabupaten Pasuruan.
Kegiatan bertempat di pendopo desa Manaruwi dan dihadiri oleh ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan drg, Hj, Merita Rusdi Sutejo, Dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten Pasuruan, camat Bangil Eddy Santoso, Kepada desa Manaruwi Mutholib, ketua TP PKK Desa Manaruwi beserta para kader, para guru TK, anak-anak dan juga para orang tua.
Kegiatan ini di ikuti oleh kurang lebih 50 anak-anak TK yang ada desa Manaruwi. Dengan metode bercerita, bermain peran, dan pojok baca keliling, anak-anak diajak mengenal buku sejak dini dengan cara yang menyenangkan.

Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan drg. Hj. merita Rusdi menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Pasuruan untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini sebagai fondasi mewujudkan “Generasi Cerdas, Indonesia Maju 2026”.
“Literasi harus dimulai dari desa dan dari usia dini. Melalui dongeng dan buku, kami ingin anak-anak Manaruwi cinta membaca, berpikir kritis, dan siap menjadi generasi penerus yang cerdas,” ujarnya.
Dari pantauan media ini, selain di berikan buku cerita, anak-anak juga menampilkan sebuah tarian yang sangat menghibur para undangan. Sampai-sampai ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan memberikan hadiah berupa ampau.
Sementara itu, di sela kegiatan kepala Desa Manaruwi Mutholib juga menyambut baik kegiatan story telling di desanya yang di adakan pemerintah kabupaten Pasuruan sebagai bentuk komitmen dalam mencerdaskan anak bangsa lewat gemar membaca buku sejak dini.
“Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Generasi cerdas berawal dari desa. Kalau anak-anak Manaruwi gemar membaca, InsyaAllah Desa Manaruwi juga ikut maju,” ucapnya.
Di akhir kegiatan, anak-anak di berikan dongeng dari buku cerita oleh guru pendidik. Harapnya dengan cerita tersebut, anak-anak bisa mengambil hikmah, contoh dan teladan dari karakter yang ada di dongeng, untuk di terapkan di kehidupan sehari-hari.
Gerakan story telling dan gemar membaca ini adalah bagian dari program prioritas Pemkab Pasuruan tahun 2026 untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini dan mendukung visi “Generasi Cerdas, Indonesia Maju 2026”.
Rencananya, kegiatan story telling serupa akan menyasar 15 desa lain di Kabupaten Pasuruan hingga akhir tahun. Selain dongeng, Dinas Perpustakaan juga akan memberikan bantuan 200 buku bacaan anak dan pelatihan “Bunda Literasi” untuk PKK desa. (Sy)












