Pacitan, restorasihukum.com – Saat mengunjungi Pacitan bersama Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono baru – baru ini, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR-RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) optimistis industri kreatif kerajinan batik khas Pacitan mampu menjadi produk berkualitas dan bisa menembus pasar internasional.
Untuk itu, Ibas berharap, pemerintah terus memperluas kesempatan berusaha bagi masyarakat dengan memperbanyak penyaluran program permodalan dan pendampingan untuk membuka peluang pemasaran baik nasional maupun di pasar ekspor.
“Campur tangan pemerintah akan terus dibutuhkan agar komunitas perajin dan pelaku usaha batik tulis di Pacitan terus terpacu untuk berkarya. Saya contohkan kreasi batik saji Pacitan yang akhir-akhir ini semakin dikenal dan mendapat banyak apresiasi karena keunikannya. Tentu ini perlu diwadahi pemerintah melalui program pemberdayaan agar menjadi sumber inspirasi bagi perajin-perajin batik tulis lainnya,” paparnya.
Dalam kesempatan ini Ibas juga meminta agar batik khas Pacitan yang dikenal dengan motif pace terus dijaga kelestariannya. “Batik dengan motif buah Pace atau mengkudu menjadi batik khas dan unggulan dari kabupaten Pacitan, Batik Pacitan dengan motif buah Pace yang tersusun rapi memiliki arti sebuah ketulusan dan pengabdian,” ujarnya.
Industri kecil batik tulis Pacitan, menurut Ibas selama beberapa tahun terakhir terus berkembang menjadi sentra-sentra produksi unggulan daerah. Untuk itu, Ibas berpendapat bahwa besarnya peluang usaha tersebut harus terus dimanfaatkan melalui penciptaan kreatifitas perajin dalam mengembangkan motif modern yang selaras dengan kebutuhan pasar.
Ibas menambahkan, perhatian pemerintah bagi para perajin batik khas Pacitan juga bisa dalam bentuk apresiasi melalui ajang promosi dan pemberian penghargaan. Tahun 2005 motif batik khas pace telah mengukir sejarah melalui Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai batik terpanjang yaitu 200 meter.
Seperti diketahui pada awal tahun 2011 Batik Tulis Pacitan dikukuhkan sebagai produk unggulan daerah pendekatan One Village One Product (OVOP).(yd)









