Jamintel Pimpin Apel Integritas, Tegaskan Komitmen JAM INTEL Menuju WBBM

0
66

Jakarta, restorasihukum.com — Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani memimpin Apel Integritas Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM INTEL). Kegiatan di gelar di Aula Lantai 22 Gedung Utama Kejaksaan Agung Republik Indonesia, pada Rabu (18/2/2026).

Kegiatan apel bertujuan melakukan pembenahan berkelanjutan serta menyempurnakan capaian pembangunan Zona Integritas yang telah diraih sepanjang 2025.

Dalam amanatnya, Jamintel menegaskan bahwa Apel Integritas bukan sekadar seremonial penandatanganan Pakta Integritas, Komitmen Bersama, maupun penetapan Agen Perubahan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi moral dan organisatoris agar seluruh pegawai membudayakan nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Budaya integritas ini dapat dibangun mulai dari hal sederhana, seperti mengutamakan kewajiban dibandingkan hak, melaksanakan tugas tepat waktu, serta saling mengingatkan sesama rekan kerja untuk selalu berbuat baik dan menjauhi keburukan di lingkungan kerja Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen,” ujar Jamintel.

Ia menggarisbawahi dua poin utama yang harus diresapi dan diaktualisasikan dalam rutinitas pekerjaan, yakni menjaga integritas dan mengedepankan prinsip berorientasi pelayanan. Menurutnya, capaian Kejaksaan dalam penegakan hukum serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah “ASTA CITA” harus terus dipertahankan dan diperkuat.

Lebih lanjut, Jamintel menjelaskan bahwa meskipun bidang intelijen tidak memberikan pelayanan publik secara langsung seperti instansi kependudukan atau perpajakan, orientasi pelayanan tetap menjadi fondasi dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBBM.

Fungsi intelijen melalui Penyelidikan, Pengamanan, dan Penggalangan (LIDPAMGAL), kata dia, berperan strategis dalam memastikan kelancaran tugas unit kerja lain, mulai dari bidang Pembinaan, Pidana Umum, Pidana Khusus, Pidana Militer, Perdata dan Tata Usaha Negara, hingga Pemulihan Aset dan Pengawasan.

Sebagai output konkret, Jamintel mendorong penyusunan Perkiraan Keadaan (KIRKA) yang berkualitas bagi unit kerja terkait. Menurutnya, hasil KIRKA memiliki nilai strategis karena merangkum berbagai aspek secara komprehensif yang hanya dapat dilakukan oleh unit intelijen, sehingga menjadi dasar perumusan kebijakan yang ideal dan implementatif.

Menutup arahannya, Jamintel mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja secara berkesinambungan, menjaga soliditas, serta menghadirkan dampak positif bagi institusi, tanpa mengesampingkan semangat dan kebahagiaan dalam menjalankan tugas.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here