Kampung Tape Desa Candibinangun Kedatangan Mahasiswa PDIM Universitas Negeri Malang

0
363

Pasuruan, restorasihukum.com – Suasana istimewa berlangsung di Kampung Tape Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jum’at (2/12/2022) siang.

Pasalnya, pusat UMKM produksi tape yang legendaris itu kedatangan 16 mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Universitas Negeri Malang (UM).

Kampung Tape menjadi lokasi kedua kunjungan sehari dari mahasiswa PDIM tersebut. Setelah sebelumnya berkunjung ke Kampung Tempe Parerejo.

Puluhan mahasiswa tersebut berkunjung dalam rangka memperkuat penguasaan dan pengayaan mata kuliah Manajemen UMKM dan Kewirausahaan.

Di Kampung Tape Candibinangun itu mahasiswa PDIM UM yang didampingi Dr. Madziatul Churiyah disambut hangat oleh Kepala Desa beserta perangkat, Babinkamtibmas, dan para pelaku UMKM produksi tape.

Mereka berdialog serta berdiskusi di kantor kepala desa setempat. Bahasan dialog tentang seputar potensi UMKM produksi tape, pemasaran, pemodalan hingga kendala atau hambatan usaha yanh dihadapi pelaku UMKM.

Setelah dari kantor kepala desa, mahasiswa mengunjungi pusat produksi tape yang dikelola oleh warga. Meliputi, pusat pengolahan bahan baku (singkong), proses pembuatan, dan pengemasan.

Di lokasi produksi tape, 16 mahasiswa PDIM UM didampingi sekaligus dipandu Koordinator UMKM produksi tape Desa Candibinangun Zaenab.

Zaenab menyebut, selama ini tape yang diproduksi oleh warga di Dusun Candibinangun ini pendistribusiannya ke Bondowoso, Malang, Surabaya dan sekarang sudah merambah ke beberapa kota lainnya di Jawa Timur.

Namun, dirinya juga mengungkap problem yang sering dihadapi oleh para produsen tape adalah permodalan, dan kelangkaan bahan baku yang bermutu di wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Hal ini menyebabkan produsen tape di Candibinangun harus mendatangkan singkong dari Malang, atau bahkan Banyuwangi. Tentu ini berdampak kepada membengkaknya cost produksi” ungkapnya.

Menurutnya dukungan dari pemerintah daerah dan juga para akademisi untuk terus mendorong dan juga berperan memajukan UMKM yang ada terus diharapkan.

“Karena memilki potensi yang besar dengan berbagai varian jenis olahan tape serta telah memiliki brand sebagai makanan dan oleh-oleh khas, maka Kampung Tape ini butuh disupport dari berbagai pihak,” tandasnya. (sy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here