SURABAYA, Restorasi Hukum – Komunitas `Arek-Arek Nusantara` bersama `KOPI /Komunitas Pemuda Independen/` secara resmi menggelar tradisi luhur `Bekti Desa` di `Punden Eyang Kapiludin`, kawasan Jarak Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Surabaya, Senin `27/07/2026`.
Kegiatan rutin yang digelar setiap tanggal 27 Juli ini merupakan wujud penghormatan tertinggi dan sujud syukur kepada para leluhur. Para leluhur diyakini telah meletakkan fondasi awal pembangunan kehidupan, peradaban kampung, serta kesejahteraan yang dirasakan masyarakat saat ini.
Juru Bicara Kegiatan, `Ki Ageng Kinco`, menjelaskan bahwa keberadaan masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pelopor yang membuka jalan dan membangun peradaban di tanah ini.
“Punden Eyang Kapiludin menjadi saksi bisu awal mula peradaban tersebut. Karena itu, Bekti Desa menjadi kewajiban kita untuk menjaga tali silaturahmi dengan akar sejarah,” ungkap Ki Ageng Kinco yang akrab disapa `Pokemon`.
Ia merinci, rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama, momen hening cipta, serta pembacaan tembang dan mantra Jawa. Tradisi ini sejalan dengan akar budaya Kapitayan yang kini berkembang menjadi penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Lebih lanjut, Pokemon menegaskan komitmen para pemuda untuk terus merawat, melestarikan, dan mengenalkan kembali peninggalan serta ajaran warisan leluhur Nusantara.
“Tujuannya agar generasi muda tidak melupakan tanda-tanda sejarah, simbol-simbol luhur, dan identitas budaya yang menjadi jati diri bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah menetapkan `tanggal 13 Juli` sebagai `Hari Raya Besar Lahir Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa`.
Pengesahan ini dinilai sebagai pengakuan berharga bagi eksistensi kaum penghayat di tengah keberagaman bangsa.
“Semoga langkah ini menjadi awal persatuan yang lebih erat, bagi kaum penghayat maupun seluruh elemen bangsa, demi terwujudnya cita-cita luhur: `Memayu Hayuning Bawana`, menjaga keselamatan, kedamaian, dan kebahagiaan seluruh alam semesta,” pungkasnya. (RIP)













