Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Jawa-Bali, Ini Daftar Penerimanya

0
2

Badung, restorasihukum.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah (Pemda) berprestasi dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi Pemda untuk meningkatkan kinerja dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/8/2026). Penilaian dalam ajang tersebut mencakup sejumlah sektor, yakni implementasi Program 3 Juta Rumah, akses dan kualitas layanan kesehatan, akses penduduk ke layanan pendidikan, serta pengelolaan sampah dan lingkungan asri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemberian penghargaan merupakan salah satu upaya Kemendagri untuk memotivasi Pemda agar terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Menurut Tito, kategori penilaian pada Batch II diperluas dengan melibatkan kementerian terkait. Salah satunya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam penilaian Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Tito mengatakan persoalan perumahan masih menjadi tantangan besar karena adanya backlog rumah. Pemda dinilai memiliki peran dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pembangunan perumahan, antara lain melalui kemudahan perizinan dan dukungan terhadap pengembang.

“Karena dari APBN [dan] APBD enggak akan mungkin bisa menyelesaikan backlog 30 juta masyarakat yang tidak memiliki rumah atau rumah yang tidak layak. Itu pemerintah hanya bisa memberikan stimulus, tapi dorongan terbesarnya adalah para pengusaha,” ujar Tito.

Selain sektor perumahan, penghargaan juga diberikan untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Tito menegaskan penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan bagi daerah yang memperoleh predikat terbaik. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperlihatkan praktik baik yang dapat menjadi referensi dan motivasi bagi daerah lainnya.

“Selamat kepada rekan-rekan yang mendapat penghargaan dan bagi yang belum beruntung masih ada batch III, yang mudah-mudahan bisa memotivasi bekerja lebih keras,” katanya.

Untuk kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Jawa Barat dan Banten. Sementara pada tingkat kabupaten, penghargaan diterima Banyuwangi, Kuningan, dan Madiun. Adapun tingkat kota diraih Bogor, Surabaya, dan Cilegon.

Pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Bali dan DKI Jakarta. Untuk tingkat kabupaten, penerimanya yakni Rembang, Bantul, dan Klungkung. Sementara tingkat kota diberikan kepada Mojokerto, Tegal, dan Surabaya.

Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan tingkat provinsi diraih Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali. Pada tingkat kabupaten, penghargaan diberikan kepada Ponorogo, Kulon Progo, dan Magetan. Adapun tingkat kota diraih Salatiga, Blitar, dan Madiun.

Sementara itu, kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri tingkat provinsi diberikan kepada Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada tingkat kabupaten, penghargaan diterima Wonosobo, Sidoarjo, dan Ciamis. Adapun tingkat kota diraih Malang, Blitar, dan Surabaya.

Tito menilai capaian tersebut menunjukkan adanya inovasi dan kreativitas di berbagai daerah dalam menjalankan pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Banyak yang bagus, banyak yang cerdas-cerdas, banyak yang kreatif yang betul-betul bekerja untuk rakyat, dan ini kita buktikan dengan kegiatan kita hari ini,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir, serta gubernur dan bupati/wali kota se-Jawa-Bali. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here