Kepengurusan DPD dan DPC PPWI se-Provinsi Lampung Resmi Dilantik

0
69

Bandar Lampung, restorasihukum.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung resmi dilantik untuk masa bakti 2024–2029 oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, dalam sebuah prosesi yang digelar di Balai Keratun, Pemprov Lampung, Rabu (16/7/2025). Dalam kesempatan yang sama, 12 kepengurusan DPC dari kabupaten/kota se-Lampung juga turut dikukuhkan.

Acara pelantikan dihadiri lebih dari 100 anggota pengurus dari berbagai daerah di Lampung. Selain itu, hadir pula lebih dari 100 tamu undangan yang terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, LSM, serta kalangan media.

Prosesi dimulai dengan pembacaan ikrar komitmen para pengurus yang akan dilantik, dilanjutkan pengukuhan resmi DPD dan DPC oleh Ketua Umum PPWI. Penandatanganan naskah pelantikan, penyematan pin organisasi, dan penyerahan pataka sebagai simbol amanah organisasi menjadi rangkaian inti pelantikan.

Ketua DPD PPWI Lampung, Husin Muchtar, menyampaikan rasa terima kasih dan optimisme dalam sambutannya. Ia menekankan komitmen organisasi untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab. “Hari ini adalah momen penting bagi PPWI Lampung. Kami siap membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, mengapresiasi antusiasme para pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa pelantikan ini merupakan titik awal lahirnya jurnalis warga yang aktif, kreatif, dan berpihak pada kepentingan publik. “Kita ingin melahirkan pewarta yang mencerahkan dan menjaga nalar publik, bukan hanya penyaji infotainment,” katanya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung. Melalui Kepala Dinas Kominfo, Ganjar Jationo, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan selamat kepada para pengurus yang baru. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pewarta dan pemerintah untuk menghasilkan informasi yang bermakna dan relevan.

“Pewarta hari ini dituntut untuk menyampaikan informasi yang berkualitas, tidak hanya cepat tetapi juga substansial,” kata Ganjar.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Negeri Lampung, Prof. Dr. Syarief Makhya, menyampaikan bahwa peran pewarta seharusnya tidak berhenti pada pelaporan peristiwa, tetapi juga menggali nilai dan makna di baliknya. “Jurnalis harus menjadi penjaga nalar dan penyampai informasi yang mendalam, bukan sekadar sensasi,” ungkapnya.

Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan jurnalisme warga di Lampung. PPWI diharapkan terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan masyarakat, dalam membentuk ruang publik yang sehat, beretika, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (TIM/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here