Kediri, restorasihukum.com – Pemerintah Kota Kediri berhasil membuat kondisi pasar Setonobetek, Kota Kediri, Jawa Timur yang sebelumnya kumuh dan kotor kini menjadi lebih baik.
Melihat kondisi pasar yang kini sudah lebih baik, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menekankan kepada para pedagang agar juga mempunyai rasa tanggung jawab dan memiliki sehingga kondisi pasar selalu bersih.
“Jadi, kebersihannya di tanggung bersama, saling mengingatkan, karena yang bisa membuat pasar maju itu bapak ibu (pedagang) semua. Yang mengunakan bapak ibu semua, pemerintah kota hanya bisa menfasilitasi,” kata Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri.
Mas Abu juga berharap paguyuban pasar bisa mewadahi aspirasi para pedagang, namun di pasar juga tidak terlalu banyak paguyuban, sehingga bisa lebih fokus dan para pedagang juga tidak bingung harus ikut paguyuban yang mana.
“Kami harap agar pasar bisa dipelihara. Kami minta jangan ada yang ditumpangi politik. Mari dikelola baik-baik, memikirkan bersama solusi untuk lebih memajukan pasar ini dan tidak ribut,” kata Mas Abu.
Wali Kota juga sudah melakukan dialog langsung dengan para pedagang, terkait dengan kondisi pasar setelah dilakukan revitalisasi.
Ternyata, para pedagang merasa senang sebab pasar tempat mereka berjualan kini semakin bersih.
“Sekarang pasar bersih, rapi, jadi senang. Dulu saat dibangun kami pindah, tapi kini sudah bisa ditempati lagi,” kata Soimah, pedagang kecambah.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Kediri telah membangun kembali Pasar Setonobetek menjadi dua lantai dengan luas 40×80 meter persegi dan terbagi dalam empat blok. Namun, pembangunan untuk seluruh blok masih dalam proses. Blok utama, A, kini sudah selesai.
Di blok A ini dibangun dengan dua lantai. Lantai pertama terdiri 58 kios dan 140 los dengan komoditas konveksi, buah-buahan, aksesoris, aneka jajan pasar, dan berbagai barang lainnya.
Sedangkan di lantai dua disediakan 70 kios dan 124 los dengan komoditas gerabah, sepuh emas dan lain-lain.










