Sulut, restorasihukum.com – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono mengungkapkan Pergantian pejabat dilingkungan TNI AD merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan implementasi dari proses regenerasi.
“TNI AD menaruh harapan yang besar kepada para pejabat yang baru agar kehadirannya diiringi dengan semangat untuk membangun guna meningkatkan kinerja organisasi serta membawa perubahan ke arah yang positif,” ungkap Jenderal Mulyono dalam pidatonya di Mabes TNI AD, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada Senin (23/07).
Dalam keterangan tertulis Dispen TNI AD, Senin (23/7) yang diteruskan tim Pendam XIII/Merdeka kepada redaksi Nusantara News menyampaikan bahwa, Mulyono pun mengaitkan fenomena besarnya pengaruh media sosial saat ini dengan jabatan-jabatan strategis yang diserahterimakan. Fenomena itu, menurutnya, bisa makin menguatkan kebutuhan akan dimilikinya integritas moral untuk mengukuhkan otoritas formal yang secara resmi diterima saat perwira memperoleh jabatan tersebut.
“Integritas moral ini diperoleh dari kesatuan serta kesesuaian antara tindakan, ucapan dan keputusan dengan apa yang digariskan oleh ketentuan, norma, maupun peraturan yang ada. Tegaknya integritas moral ini akan membuahkan pengakuan dari satuan, prajurit yang dipimpin serta masyarakat luas. Dengan senjata integritas moral tersebut, niscaya kepemimpinan para perwira tidak akan tergoyahkan meskipun era kemajuan teknologi saat ini mampu menghadirkan transparansi yang jernih bagi dunia dalam mengobservasi sepak terjang Anda selaku pimpinan,” kata Jenderal Mulyono.
KSAD juga mengingatkan soal ekses dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini. dikatakannya bahwa berkembangnya teknologi kominfo diiringi munculnya jenis kejahatan baru yang disebut cyber narcoterrorism. “Pelaku kejahatan ini menggunakan dunia maya dan media sosial untuk mengedarkan narkotika guna mendanai kegiatan terorisme di dunia saat ini,” tuturnya.
Media sosial disebut Mulyono, digunakan untuk memasarkan produk dan merekrut simpatisan. “Kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita semua harus mewaspadai, mengantisipasi, dan mencegah secara dini cyber narcoterrorism yang menjadi musuh bersama bangsa Indonesia saat ini, bahkan musuh bangsa-bangsa di dunia,” tegas jenderal bintang empat itu.
Diingatkan Mulyono bahwa suksesnya pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, netralitas adalah suatu bukti ditunjukkan TNI AD kepada publik.
“Untuk Pileg dan Pilres 2019 mendatang, pertahankan netralitas TNI karena netralitas TNI harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar,” tulis Dispen TNI AD.
Keterangan tertulis Pendam XIII/MDK menyampaikan bahwa, Letjen Andika Perkasa diangkat sebagai Pangkostrad berdasarkan keputusan Panglima TNI bernomor Kep/673/VII/2018 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Surat tersebut ditandatangani di Jakarta pada Jumat (13/07) lalu. Letjen Agus Kriswanto kini, jelang pensiun menjadi Pati Mabes TNI.
Sementara Mantan Danpaspampres itu sebelum ini menjabat Dankodiklat TNI AD. Adapun 6 jabatan strategis yang diserahterimakan hari ini adalah sebagai berikut:
1. Pangkostrad: Letjen Agus Kriswanto kepada Letjen Andika Perkasa
2. Dankodiklat TNI AD: Letjen Andika Perkasa kepada Mayjen AM Putranto
3. Pangdam II/Sriwijaya: Mayjen AM Putranto kepada Mayjen Irwan
4. Pangdam XIII/Merdeka: Mayjen Madsuni kepada Mayjen Tiopan Aritonang
5. Pangdam XIV/Hasanuddin: Mayjen Agus Surya Bakti kepada Mayjen Surawahadi
6. Aslog KSAD: Mayjen Irwan kepada Brigjen Jani Iswanto
(vendry)







