Mendagri Minta Daerah Perkuat Sinergi Hadapi Potensi Bencana dan Lonjakan Mobilitas Jelang Nataru 2025/2026

0
90

Jakarta, restorasihukum.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia memperkuat sinergi untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, peningkatan mobilitas masyarakat, serta kebutuhan pangan selama momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah dalam rangka mengantisipasi perayaan Nataru di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Dalam arahannya, Mendagri menekankan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan stabilitas selama periode Nataru.

Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir sejumlah daerah mengalami bencana hidrometeorologi berskala besar, antara lain banjir bandang dan longsor di Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara, Jawa Tengah, serta bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Hari ini [kita membahas antisipasi] bencana alam dan antisipasi Nataru, dan ini semua memerlukan sinergi, kata-kata yang paling kunci adalah sinergi, tidak bisa kerja sendiri,” ujar Mendagri.

Ia juga menyoroti dinamika tahunan jelang Nataru, terutama peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Kenaikan mobilitas tersebut diperkirakan berdampak pada meningkatnya kebutuhan pangan, sehingga pemerintah daerah diminta memastikan kecukupan pasokan dan menjaga stabilitas harga.

Selain aspek kebencanaan dan kebutuhan pangan, Mendagri turut menekankan pentingnya memperkuat aspek keamanan. Mulai dari potensi cuaca ekstrem di destinasi wisata hingga kepadatan di lokasi perayaan malam Tahun Baru, seluruh risiko harus diantisipasi secara menyeluruh melalui rencana operasi terpadu.

Ia meminta kepala daerah segera melakukan rapat koordinasi di tingkat lokal bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi kebencanaan, dan pihak terkait lainnya. Pemetaan kerawanan dan penyusunan rencana operasi daerah menjadi langkah yang diwajibkan untuk menghadapi momentun Nataru yang memiliki tantangan multidimensi.

“Termasuk daerah membuat rencana operasi untuk menghadapi Natal Tahun Baru dengan berbagai multidimensi,” pungkas Mendagri.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Kepala BIN Imam Sugianto, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Turut hadir pula perwakilan kementerian/lembaga dan BUMN terkait.

Selain peserta yang hadir secara langsung, rapat juga diikuti secara virtual oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Sekjen Kementerian Pertanian Suwandi, Deputi Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati, serta sejumlah pemangku kepentingan lain dari berbagai sektor.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here