Monumen Perahu Wiber Bantuan Dari Pemerintah Terlantar Di Atas Pasir Pantai Desa Dringu

0
162

Probolinggo, restorasihukum.com – sesuai temuan awak media di tepi pantai desa dringu kecamatan dringu kabupaten probolinggo terdapat sebuah perahu wiber berukuran panjang 11 meter dan lebar 2 meter lengkap dengan mesinnya tergeletak di atas pasir tidak di pelihara selayaknya, adapun perahu dengan mesinnya tersebut bantuan dari pemerintah untuk kelompok nelayan samudra harapan yang di ketuai oleh sugito.

        Menurut para nelayan desa  dringu amat di sayangkan  perahu lengkap dengan mesinnya tidak di gunakan sebagai mana mestinya seperti perahu-perahu yang lainnya. Perahu dengan mesinnya tergeletak di atas pasir kurang lebih 6 tahun tanpa ada yang merawat.

        Pemerintah memberi bantuan kepada kelompok nelayan samudra harapan sangatlah tidak tepat pada sasaran, tetapi mengapa pemerintah sangat agresif sekali untuk membantu kelompok nelayan samudra harapan yang selalu menghambur-hamburkan uang Negara ada apa di balik itu semua ?? tentunya ada kerja sama kongkalikong antara sipemberi bantuan  dan sipenerima bantuan, akhirnya menjalin kekompakan untuk mencari  keuntungan dan memperkaya diri sendiri .

        Sementara boneka-boneka suruhan dari sugito cuma merenungi nasibnya kapan dirinya akan kaya seperti sugito.

Kini buasan ketua kelompok nelayan  bunga karang yang ingin mengikuti jejak sugito ngos-ngosan  kebingungan akal mau kemana kakinya melangkah , sementara langkah awal sudah di ketahui bobroknya, sedangkan  ontulnya buasan yang bernama bud ngalor ngidul tut buntutan  lik mendelik karepe dewe, adapun slamet yang berbadan mungil dan berkulit hitam petugas satuan polisi pamong praja (SATPOL  PP) penjaga rumah dinas sekretaris daerah (SETDA) kota probolinggo sok menjadi pahlawan kesiangan dia memiliki pola pikir awam ikut serta membodoh-bodohi masyarakat dusun krajan bandaran dengan mengatakan bahwa Koran restorasi hukum.com ini tidak resmi, padahal Koran restorasi hokum.com ini nasional terdaftar di dewan pers dan resmi .

         Dari informasi yang di himpun oleh awak media restorasi hukum.com di lapangan sesungguhnya masyarakat nelayan desa dringu sangatlah resah dengan sikap dan perbuatannya sugito selaku ketua kelompok  nelayan samudra harapan tersebut, sebab sugito selalu  menakut-nakuti dan membodoh-bodohinya  di tambah lagi muncul kelompok nelayan bunga karang yang di ketuai oleh buasan  sama persis  perbuatannya dengan sangkuni.

        Menurut salah seorang  tokoh masyarakat setempat yang enggan namanya di sebut menuturkan kepada awak media bahwa umumnya”ORDE BARU” sudah pergi akan tetapi faktanya “ORDE BARU” justru berkembang biak di dusun  krajan bandaran desa dringu kecamatan dringu “pungkasnya”

        Harapan warga masyarakat setempat kepada petugas penegak hukum yang berwenang dan komite pemberantasan korupsi(KPK) agar segera menyikapi kasus yang ada di dua kelompok nelayan samudra harapan dan kelompok nelayan bunga karang.bila petugas penegak hukum yang berwenang dan komite pemberantasan korupsi(KPK) mengabaikan kasus terkait penyalagunaan bantuan  yang berada di dusun krajan bandaran desa dringu ini maka rezim orde baru akan merajalela.(Team).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here