Probolinggo, restorasihukum.com – sesuai temuan awak media di tepi pantai desa dringu kecamatan dringu kabupaten probolinggo terdapat sebuah perahu wiber berukuran panjang 11 meter dan lebar 2 meter lengkap dengan mesinnya tergeletak di atas pasir tidak di pelihara selayaknya, adapun perahu dengan mesinnya tersebut bantuan dari pemerintah untuk kelompok nelayan samudra harapan yang di ketuai oleh sugito.
Menurut para nelayan desa dringu amat di sayangkan perahu lengkap dengan mesinnya tidak di gunakan sebagai mana mestinya seperti perahu-perahu yang lainnya. Perahu dengan mesinnya tergeletak di atas pasir kurang lebih 6 tahun tanpa ada yang merawat.
Pemerintah memberi bantuan kepada kelompok nelayan samudra harapan sangatlah tidak tepat pada sasaran, tetapi mengapa pemerintah sangat agresif sekali untuk membantu kelompok nelayan samudra harapan yang selalu menghambur-hamburkan uang Negara ada apa di balik itu semua ?? tentunya ada kerja sama kongkalikong antara sipemberi bantuan dan sipenerima bantuan, akhirnya menjalin kekompakan untuk mencari keuntungan dan memperkaya diri sendiri .
Sementara boneka-boneka suruhan dari sugito cuma merenungi nasibnya kapan dirinya akan kaya seperti sugito.
Kini buasan ketua kelompok nelayan bunga karang yang ingin mengikuti jejak sugito ngos-ngosan kebingungan akal mau kemana kakinya melangkah , sementara langkah awal sudah di ketahui bobroknya, sedangkan ontulnya buasan yang bernama bud ngalor ngidul tut buntutan lik mendelik karepe dewe, adapun slamet yang berbadan mungil dan berkulit hitam petugas satuan polisi pamong praja (SATPOL PP) penjaga rumah dinas sekretaris daerah (SETDA) kota probolinggo sok menjadi pahlawan kesiangan dia memiliki pola pikir awam ikut serta membodoh-bodohi masyarakat dusun krajan bandaran dengan mengatakan bahwa Koran restorasi hukum.com ini tidak resmi, padahal Koran restorasi hokum.com ini nasional terdaftar di dewan pers dan resmi .
Dari informasi yang di himpun oleh awak media restorasi hukum.com di lapangan sesungguhnya masyarakat nelayan desa dringu sangatlah resah dengan sikap dan perbuatannya sugito selaku ketua kelompok nelayan samudra harapan tersebut, sebab sugito selalu menakut-nakuti dan membodoh-bodohinya di tambah lagi muncul kelompok nelayan bunga karang yang di ketuai oleh buasan sama persis perbuatannya dengan sangkuni.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan namanya di sebut menuturkan kepada awak media bahwa umumnya”ORDE BARU” sudah pergi akan tetapi faktanya “ORDE BARU” justru berkembang biak di dusun krajan bandaran desa dringu kecamatan dringu “pungkasnya”
Harapan warga masyarakat setempat kepada petugas penegak hukum yang berwenang dan komite pemberantasan korupsi(KPK) agar segera menyikapi kasus yang ada di dua kelompok nelayan samudra harapan dan kelompok nelayan bunga karang.bila petugas penegak hukum yang berwenang dan komite pemberantasan korupsi(KPK) mengabaikan kasus terkait penyalagunaan bantuan yang berada di dusun krajan bandaran desa dringu ini maka rezim orde baru akan merajalela.(Team).












