Netizen Penasaran ‘Untuk Apa Robot Polisi’, Ini Jawabannya

0
80

Jakarta, restorasihukum.com – Kehadiran robot-robot canggih seperti robot humanoid, robot anjing (robodog), robot tank, robot pertanian, dan Ropi (robot pengintai) dalam gladi kotor peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta Pusat, pekan lalu, mengundang perhatian publik. Masyarakat terkesima dan bertanya-tanya mengenai maksud serta sumber pendanaan dari teknologi tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menjelaskan bahwa robot-robot ini merupakan simbol modernisasi institusi kepolisian. Ia menekankan bahwa negara-negara maju, bahkan beberapa negara di Asia Tenggara, sudah mulai mengintegrasikan robot ke dalam tugas-tugas kepolisian.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi saat melihat langsung robot-robot ini. Tapi wajar jika publik bertanya, untuk apa mereka digunakan?” kata Irjen Sandi, Senin (30/6/2025).

Ia menambahkan, penggunaan teknologi robotik ini sejalan dengan agenda penguatan sumber daya manusia (SDM), ilmu pengetahuan, dan teknologi seperti tertuang dalam Asta Cita Presiden. Polri ingin bersikap adaptif terhadap perkembangan zaman melalui kemitraan dan kolaborasi, termasuk dengan pihak swasta dan anak bangsa.

Menurutnya, dalam Rencana Strategis (Renstra) Polri 2025–2045, pemanfaatan robot sudah menjadi bagian dari visi jangka panjang. Tahun 2026, anggaran untuk pengadaan robodog telah disiapkan. Robodog dirancang mirip fungsi anjing pelacak (K9), namun lebih efisien karena tidak memerlukan makanan, pelatihan fisik, dan tahan terhadap kondisi ekstrem.

Robot humanoid, lanjut Sandi, digunakan untuk pemindaian wajah dan pengawasan lalu lintas secara digital. Dengan kemampuan bergerak bebas dan pandangan 360 derajat, robot ini diharapkan mampu menjalankan tugas kepolisian di tempat ramai dan lokasi rawan pelanggaran.

Selain itu, robot juga disiapkan untuk menjalankan tugas-tugas berisiko tinggi, seperti di area bencana, bangunan terbengkalai, serta dalam operasi penjinakan bom dan penyanderaan.

Polri berharap teknologi ini bisa mendukung pelayanan publik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menegakkan hukum dengan prinsip presisi, transparansi, dan humanisme.

Kolaborasi dengan Anak Bangsa

Direktur Utama PT SARI Teknologi, Yohanes Kurnia Widjaja, sebagai mitra pengembang robot untuk Polri, menyatakan bahwa desain robot disesuaikan dengan kebutuhan unik institusi kepolisian.

Ia mencontohkan robot i-K9 yang mampu bertahan delapan jam dalam kondisi ekstrem dan dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk analisis perilaku. Sementara robot humanoid masih dalam tahap pengembangan dan uji coba sebelum bisa digunakan secara penuh.

Sebelumnya, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa robot akan menjadi mitra penting bagi personel kepolisian, terutama dalam operasi di lokasi berbahaya. Tujuannya adalah meminimalisir risiko terhadap manusia dan meningkatkan akurasi tugas.

Meski teknologi ini masih dalam tahap awal, Polri berkomitmen terus mengembangkan dan belajar dari pengalaman negara lain, sekaligus melibatkan talenta muda Indonesia di bidang robotika dan AI.

“Modernisasi Polri adalah proses jangka panjang yang memerlukan dukungan seluruh masyarakat. Kami terbuka, akan terus belajar, dan memastikan teknologi ini hadir untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan,” tutup Komjen Dedi. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here