Gunungsitoli, restorasihukum.com – Rangkaian Kegiatan Pada APEKSI salah satunya Pawai Budaya dari Kota Seluruh Indonesia dan di teruskan Penanaman Pohon Khas yang berasal dari daerah masing-masing ditaman Kota Merjosari. Pawai Budaya Mengambil start di depan Gereja Ijen dan berakhir di Jalan Semeru Malang. Pawai budaya yang diikuti oleh 5600 peserta dari 55 Kota se Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Malang, H. Moch Anton dengan didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Dewi Farida Suryani. Hadir pula pada kegiatan tersebut adalah Ketua Apeksi periode 2016 – 2020, Airin Rachmi Diany beserta seluruh Walikota anggota Apeksi se Indonesia dengan membawa masing-masing delegasinya. (25/7/17).
Pada sambutannya, Walikota Malang menyampaikan bahwa Kota Malang adalah miniatur budaya di Indonesia, karena ada banyak ragam budaya yang hadir di kota Malang. “Banyaknya pendatang yang ada di Kota Malang menyebabkan kota Malang menjadi kota yang sarat akan budaya daerah”. Melalui kegiatan pawai budaya ini, lanjut Walikota Malang diharapkan tidak saja dapat menghibur masyarakat, agar kita tidak saja menyukai secara fisik tampilan seni budaya dimaksud, namun juga mampu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa sendiri, yang sebenarnya juga memiliki makna serta implementasi lebih mendalam, terutama apabila dikaitkan dengan rasa nasionalisme.
Dalam Pawai Budaya Pemerintah Kota Gunungsitoli mengambil bagian pada kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Gunungsitoli menampilkan sanggar budaya dari Yayasan Perguruan Pembda Gunungsitoli yaitu Tari perang yang bermakna pada zaman dahulu sebagai upaya masyarakat mempertahankan suatu wilayah dari serangan musuh. Ditengah penampilan pawai budaya Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Asisten I Kurnia Zebua menyampaikan cindera mata kepada Pemerintah Kota Malang yang langsung diterima oleh Walikota Malang. Pelaksanaan Pawai Budaya tersebut sangat meriah dan ditonton oleh ribuan masyarakat Kota Malang maupun masyarakat dari luar kota malang.(al).










