Pembukaan Konferda PDI Perjungan Di Kabupaten Banyuwangi

0
193
Banyuwangi, restorasihukum.com – Ajang konsolidasi lima tahunan ini akan memilih pengurus DPD PDIP Jatim, namun seluruh utusan dari 38 DPC se Jatim dilarang keras menggunakan sistem voting dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjungan yang digelar di Kabupaten Banyuwangi.

      Seperti yang di ungkapkan, Ketua DPP PDIP Nursiwan Sujono saat pembukaan Konferda 1V Jatim di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi, Rabu,bahwa, “Saya yang memimpin Konferda ini dan dilarang voting! Dilarang voting karena ada tren dan indikasi semakin menjauhnya musyawarah mufakat dilakukan”.

    Menurut Nursiwan, pemilihan melalui musyawarah mufakat ini,tidak bermaksud untuk mengerucutkan ke satu personel. Tapi merupakan perwujudan kongkrit ideologi dasar yang diusung oleh PDI Perjuangan. “Konsolidasi ini kita lakukan dari anak ranting. Ini bukan penggiringan untuk ke satu personel tapi ini pilihan dari suara paling bawah,” ujarnya.

      Di ketahui dalam Konferda PDIP Jatim ini direncanakan diawali dengan pembukaan, Rapat paripurna satu, dilanjutkan dengan pengesahan Tata Tertib dan pengesahan utusan.

 
      Sedikitnya ada tiga kandidat yang direstui DPP PDIP untuk menggantikan posisi Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji Tjondropragolo yang telah purna tugas, diaantaranya mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH, Handoyo mantan Bendahara DPD PDIP Jatim dan mantan sekretaris DPD PDIP Jatim, Kusnadi.
 
      Namun saat di konfirmasi,  Narsiwan masih enggan memberikan bocoran terkait hal tersebut.
“Semua amplop masih disegel, kita lihat saja nanti,” pungkasnya.(msy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here