Pasuruan, restorasihikum.com – Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah kabupaten Pasuruan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Grati menggelar bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-1097 kabupaten Pasuruan, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan operasi katarak gratis ini dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut, mulai tanggal 1 sampai tanggal 4 Oktober 2026 dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan bahwa digelarnya Operasi Katarak tak lain wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Pasuruan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.
“Baksos Operasi Katarak ini adalah salah satu komitmen dan kepedulian Pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat yang punya permasalahan di bagian mata. Karena katarak ini berbahaya kalau dibiarkan, dan operasi mata juga tidak murah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Gus Shobih – sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan ini berharap masyarakat yang mengalami katarak dan memenuhi kriteria medislangsung mendapatkan pelayanan operasi katarak secara gratis sampai sembuh. Sehingga dapat meningkatkan fungsi penglihatan, kualitas hidup, serta kemampuan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Ini bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata dan membantu masyarakat penderita katarak memperoleh tindakan operasi gratis. Kami doakan segera pulih dan dapat beraktifitas seperti sedia kala,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadinkesda dan P2KB) Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina mengatakan, warga yang menjalani skreening mulai dari Puskesmas maupun RSUD Grati dan RSUD Bangil awalnya sebanyak 336 orang. Namun dari jumlah tersebut, jumlah peserta yang memenuhi syarat untuk dilakukan tindakan operasi hanya 200 pasien.
“Karena memang harus diskreening dulu. Dipastikan tidak ada penyakit penyerta atau tidak dalam kondisi sakit dan memerlukan perawatan lanjutan,” katanya.
Selama operasi katarak, ada banyak pihak yang berkolaborasi, diantaranya RSUD Grati, RSUD Bangil, Dinkesda P2KB, John fawchett foundation, 33 Puskesmas, PMI dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) Malang.
Kata Arma, ada sekitar 20 dokter mata yang dilibatkan untuk mengoperasi seluruh pasien Kabupaten Pasuruan ini.
“Kalau jumlah dokternya sekitar 20 orang, dan dibagi empat hari karena pasti lelah dan menguras energi,” jelasnya.
Sasaran kegiatan baksos ini adalah warga Kabupaten Pasuruan yang mengalami katarak dan telah melalui proses skreening hingga dinyatakan secara medis layak untuk dilakukan tindakan operasi. (Sy).











