Perkuat Moderasi Beragama, Kejati Jatim Bekali 1.066 Calon Dai LDII di Ponpes Al Ubaidah Kertosono Nganjuk

0
61

Nganjuk, restorasihukum.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menggelar pembekalan wawasan kebangsaan bagi 1.066 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan tersebut fokus pada penguatan moderasi beragama sebagai langkah preventif menghadapi paham radikalisme dan intoleransi bagi calon juru dakwah yang akan diterjunkan ke seluruh pelosok Indonesia.

Analis Data dan Informasi Bidang Intelijen Kejati Jatim, Abdullah, menekankan bahwa santri memiliki posisi strategis sebagai perekat persatuan bangsa. Ia mengingatkan prinsip khoirun nas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain) sebagai kompas moral saat mengabdi di masyarakat.

“Indonesia ini negara beragama, bukan hanya milik umat Islam, tetapi negara bersama yang diperjuangkan oleh semua elemen sejak sebelum kemerdekaan,” tegas Abdullah.

Ia menambahkan, sikap eksklusif yang merasa paling benar sendiri adalah akar radikalisme yang harus dihindari.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi, menyatakan bahwa wawasan kebangsaan menempati urutan pertama dalam “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”, menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga kemajemukan Indonesia. Amrodji menekankan pentingnya generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change) dan mendorong ekosistem LDII mulai pesantren hingga tingkat masjid untuk aktif mengedukasi warga tentang toleransi antarumat beragama.

Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menjelaskan bahwa pesantrennya menjadi pusat pelatihan dai dan daiyah sebelum diterjunkan secara nasional. Ia menekankan pentingnya pembekalan hukum dan kebangsaan bagi santri dalam menghadapi tantangan dakwah modern.

“Para santri yang dididik di sini nantinya akan disebar ke berbagai wilayah. Mereka harus siap menghadapi pandangan yang ingin mengubah dasar dan tatanan berbangsa yang telah disepakati para pendiri bangsa,” ujar Habib Ubaidillah.

Dengan pembekalan ini, diharapkan lulusan Ponpes Al Ubaidah dapat menyampaikan syiar Islam yang menyejukkan, menghargai kearifan lokal, dan menjadi garda terdepan dalam merawat kebhinekaan NKRI.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here