Jakarta, restorasihukum.com – Pemulihan pascabencana di Sumatera tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk menghidupkan kembali aspek spiritual masyarakat terdampak. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mempercepat perbaikan rumah ibadah guna mendukung pemulihan kehidupan sosial dan keagamaan para penyintas.
Berdasarkan data Satgas PRR per 9 April yang dihimpun dari Kementerian Agama, tercatat sebanyak 1.593 rumah ibadah di tiga provinsi terdampak mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 1.558 rumah ibadah telah kembali digunakan, sementara 35 lainnya masih dalam tahap penanganan karena mengalami kerusakan berat hingga hanyut.
Rinciannya, di Provinsi Aceh sebanyak 906 dari 918 rumah ibadah sudah kembali difungsikan. Di Sumatera Utara, 552 dari 571 rumah ibadah telah beroperasi. Sementara itu, di Sumatera Barat, 100 dari 104 rumah ibadah telah kembali digunakan masyarakat.
Dukungan rehabilitasi fisik turut diperkuat melalui penyaluran anggaran oleh Satgas PRR. Di Aceh, bantuan rehabilitasi telah tersalurkan sepenuhnya dengan total nilai Rp3,75 miliar. Hal serupa juga terjadi di Sumatera Barat dengan realisasi bantuan sebesar Rp500 juta.
Adapun di Sumatera Utara, penyaluran anggaran masih dalam proses penyelesaian. Sebagian kecil dana belum tersalurkan karena adanya relokasi bangunan ke lokasi yang lebih aman.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemulihan rumah ibadah menjadi perhatian utama pemerintah, mengingat perannya yang strategis dalam mengembalikan semangat serta ketenangan masyarakat pascabencana.
“Ini rumah ibadah terdampak, ini penugasan kepada Menteri Agama (Nasaruddin Umar) dan Menteri Pekerjaan Umum (Dody Hanggodo),” ujar Tito di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Komitmen tersebut juga diperkuat oleh perhatian pemerintah pusat, khususnya di Aceh. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di 19 kabupaten/kota, baik menjelang Ramadan maupun Idulfitri, dengan total nilai mencapai Rp145,5 miliar.
“Pak Presiden selain memberikan bantuan Rp4 miliar pada awal setiap kabupaten/kota dan provinsi untuk belanja tidak terduga, ditambah lagi untuk Aceh ada sapi meugang, jumlahnya (total) Rp145,5 miliar untuk 19 kabupaten/kota,” kata Tito.
Selain rehabilitasi fisik, Satgas PRR juga rutin menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah kepada masyarakat terdampak sebagai bagian dari pemulihan nonfisik. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pulihnya aktivitas keagamaan yang menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.(Red)











