Sumenep restorasi hukum
Meski dirinya tak mendapatkan tubuh sempurna sejak lahir, yaitu kedua tangannya tidak ada, dirinya tetap semangat menapaki hari – hari menjadi seorang guru,Meski tak sempurna, tak ada halangan untuk terus menjadi sosok pendidik yang baik. Hal itu mungkin yang berlaku bagi Untung (44), warga Desa Batang-Batang Laok, Kabupaten Sumenep.
Aktivitas Untung setiap hari menjadi tenaga pengajar tetap di sekolah swasta Miftahul Ulum desa setempat. Untung pun memiliki kelebihan yang sangat luar biasa dan dikagumi orang-orang di sekitarnya.
Pihak sekolah memberi tugas kepadanya sebagai tenaga pengajar agama bidang Al-Quran Hadis dan fiqih.Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, Untung mengandalkan kaki kanan untuk menulis di papan tulis maupun mengoperasikan laptop saat mengajar menggunakan power point di dalam kelas.
Ketua Yayasan Al-Miftah, Sa’rani, yang membawahi MI dan MTs Miftahul Ulum, Jumat dilansir dari restorasihukum.com mengatakan,“Pak Untung mengajar Al-Quran hadis dan fiqih di MI dan MTs Miftahul Ulum”.
Walaupun tak memiliki kedua tangan, Untung memiliki banyak kelebihan. Salah satunya tulisan-tulisannya, meski menggunakan kaki hasilnya sangat bagus. Sehingga pihak sekolah memberi tugas tambahan sebagai penulis ijazah siswa.kai kaki tapi tulisannya sangat bagus sehingga sering disuruh menulis ijazah siswa.
Saat di temui Untung menjelaskan bahwa tujuannya mengajar hanya satu yaitu guna mencerdaskan anak bangsa.Untung tidak pernah merasa minder bergaul dengan orang lain. Baginya, kekurangan yang dimiliki sudah takdir. Di balik itu dia harus tetap berkarya dan bisa memberikan manfaat kepada orang lain.(red)










