Sinau Bareng Wujudkan Pandanrejo Sebagai Desa Wisata Stroberi Berbasis Digital

0
201

Batu, restorasihukum.com – Kemasan Stroberi, Branding, dan strategi pemasaran digital menjadi bahasan utama di acara diskusi bareng yang digagas mahasiswa UMM Jurusan Ilmu Komunikasi, Jumat (5/7/2019) berlokasi di Lumbung Stroberi, Jl. Nurul Kamil Desa Pandanrejo.

Tujuannya adalah mewujudkan Bumdes pertama yang mengumpulkan produk di desanya dengan menggunakan era four Point O, seperti menggunakan go Food, Gojek dll yang menggunakan aplikasi internet, arahnya mereka bisa memiliki pasar lebih luas.

Kedua, membuat lumbung stoberi sebagai stasiun produk umkm, artinya aneka kreasi olahan produk masyarakat bisa di display,dan dijual di lumbung stroberi.

Ketiga, mengubah mindset para petani stroberi agar tergerak membuat pola tanam, pemasaran dan pengemasan yang benar dan modern.

hal tersebut dipaparkan  Noval Arifudin, ketua kelompok UpWork Creative dari UMM, lebih akrab disapa kentang.

Selanjutnya, nara sumber dari CEO sahabat ukm indonesia-yang berkantor di jl. Danau Toba Malang M.Fathoni Hamzah memaparkan, “kemasan adalah sebuah solusi,
Karena dengan kemasan menarik,sebuah produk bisa memiliki nilai jual tinggi, diminati, bahkan memiliki Brand yang kuat dalam pikiran konsumen.

Namun, Perlu diingat bahwa kemasan dan warna menentukan segmentasi pembeli,sebagai contoh desain ada gambar kartun, maka sasaran pembeli adalah anak anak, warna  terang sasarannya remaja, warna kalem untuk usia dewasa.

Kebanyakan pembeli akan tergerak mendekati sebuah produk dengan jarak pandang sekitar 1,5 meter.

Alasannya, ia  tertarik  melihat keunikan kemasan, berlanjut ingin merasakan produk didalamnya,imbuh nara sumber lulusan UNIBRAW tersebut dengan gamblang.

Kepada restorasihukum.com, M. Fathoni Hamzah juga menuturkan, bahwa  kemasan sangat mempengaruhi kuantitas penjualan. Sebab itu, teman-teman seyogyanya mengemas Stroberi dengan Tagline,desain,warna dan kemasan yang memiliki daya tarik, itu trik mengenalkan kepada calon pembeli.

” pemilihan font atau tulisan, juga kemasan yang unik akan tertanam pada otak bawah sadar konsumen.
Termasuk kemasan Four Point O adalah satu cara bagi produk non tester,
Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah foto, hasil foto jelas, indah dan fokus, menggerakkan konsumen memilih produk kita.

“Sekarang ini peradapan mulai berubah, masih kata Fathoni, bahwa Kemasan sebagai pelindung makanan bergeser pada senangnya membeli kemasan produk sebagai Lifestyle, sebagai contoh orang bawa lalapan jalannya beda dengan orang keluar dari tempat makan  di Mall yang memiliki kemasan bagus.

Sementara itu,melihat antusiasme para mahasiswa dan juga masyarakatnya  berdiskusi dalam tema “Desaku masa depanku ” ,Kepala Desa Pandanrejo Abdul Manan mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi acara tersebut.

” ini kegiatan positif dalam menunjang kemajuan Desa,  masyarakat akan teredukasi menanam, memasarkan dan mengemas stroberi.

Di era digital,  para petani  stroberi Desa Pandanrejo memang harus melek media sosial (medsos) agar bisa mengiklankan produknya.

Namun demikian Manan  berpesan kepada warganya, “manfaatkan kesempatan ini dengan baik, jangan hanya ramai ajang ,sudah di promosikan tapi produknya tidak ada.

Disisi lain,  berusaha menggenjot peningkatan ekonomi warga, Pemerintah Desa akan menyalurkan dana setengah milyar, nantinya Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes) akan mendirikan pusat oleh oleh Khas Desa Pandanrejo.
Semua produk UMKM akan terpusat disitu, kata Kepala Desa Manan dengan semangat. Yudi/Ririn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here