Surabaya, restorasihukum.com – Di salah satu sudut Kecamatan Gedangan ternyata masih ditemukan sebuah pemandangan yang sangat mengganggu yakni tumpukan sampah yang memenuhi hampir seluruh Sungai Ketajen yang mengalir melewati Gedangan.
Kondisi parah tersebut disebut disebabkan berkurangnya debit air sehingga membuat sungai tersebut sedikit mengering. Selain itu tumpukan sampah tersebut mengeluarkan bau busuk hingga jarak 100 meter.
Bukan itu saja tumpukan sampah di Sungai Ketajen yang mempunyai lebar sekitar 10 meter itu juga dipenuhi lalat yang beterbangan di atasnya. Hal ini sangat dikhawatirkan menganggu kesehatan warga sekitar sungai tersebut.
Seperti yang diungkapkan oleh Maksum (49) warga Desa Ketajen, Gedangan. Ia mengaku, saat ini merupakan yang terparah meski tumpukan sampah di sungai Ketajen kerap terjadi di wilayahnya.
“Sampah di sungai ini ada sejak Rabu.Tapi sampai saat ini tidak ada petugas yang membersihkan,” ungkapnya.
Menurut Maksum, biasanya sampah-sampah tersebut tidak sampai sehari sudah habis karena air mengalir. Namun karena tidak ada aliran, maka sampah pun menumpuk.
Karena banyaknya sampah yang menumpuk tersebut, warga tidak sanggup lagi membersihknnya, meski sudah berusaha membersihkannya.
Untuk itu Maksum berharap ada petugas dari Pemkab Sidoarjo yang membersihkan tumpukan sampah di Sungai Ketajen, karena makin hari, baunya makin tidak sedap. (dts)











