Yogyakarta, restorasihukum.com – Gunung Merapi kembali mengalami tiga kali letusan pada Kamis (28/2/19) Pagi hari. Sebelum letusan terjadi, Gunung Merapi meluncurkan guguran lava sebanyak 5 kali.
Balai penyelidikan dan Pengembangan Teknologi kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan, sejak pukul 00.00-06.00 WIB berdasarkan data seismik, terekam 3 kali gempa guguran dengan durasi 36-72 detik.
Berdasarkan dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang pada Kamis Pagi, melaporkan bahwa visual gunung teraktif di Indonesia itu sudah tampak.
Pada saat ini, status Gunung Merapi sudah memasuki level II atau Waspada. Untuk sementara, BPPTKG mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.
Angin di gunung tersebut bertiup tenang dengan suhu udara mencapai 21,5 derajat Celcius dengan kelembapan udara 88 persen RH dan tekanan udara hingga 916,8 hpa.
Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas, BPPTKG menghimbau agar warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, warga juga diminta mewaspadai bahaya lahar hujan, terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi. (red)








